Kinerja Ketua BPD Desa Cipanas Disoal Warga -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Kinerja Ketua BPD Desa Cipanas Disoal Warga

Jumat, 30 Maret 2018


Proyek Selter Kuliner Desa Cipanas yang diduga kuat belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Photo (Dedy cekupdate.com)

CIANJUR - cekupdate.com
Munculnya tuduhan dari berbagai kalangan masyarakat tentang kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) selama ini di duga banyak menyalahi aturan sebagaimana tugas dan fungsi BPD.

Hal tersebut diungkapkan salah satu warga Desa Cipanas yang tidak mau di sebutkan namanya, dia menilai selama hampir dua priode ini di bawah kepemimpinan ketua BPD Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Solihin, menurutnya banyak melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan tugas dan peran sebagai layaknya tugas BPD.

"Seperti sekarang ini yang lagi hangat-hangatnya kasus proyek selter kuliner Desa Cipanas yang muncul ketua BPD. Dia yang mengatur bahkan katanya sudah menghadirkan pihak ketiga untuk segera melaksanakan kegiatan tersebut. Terus dari LPM dan TPKnya selaku lembaga desa yang mempunyai wewenang pada kemana," tuturnya kepada Cekupdate.com, Kamis (29/03/2018).

Bahkan tudingan tersebut dilontarkannya bukan hanya proyek pengerjaan selter kuliner saja, namun masih banyak yang sifatnya berkaitan dengan urusan duit dia selalu terang -terangan menunjukan paling terdepan dengan dalih berlindung di belakang program peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). Padahal menurutnya ujung-ujungnya hanya cari keuntungan pribadi saja.

"Kalau benar-benar mau membawa lembaga BPD harusnya kolektip kolegial dong tapi yang selama ini saya lihat di setiap rapat yang sifatnya berkaitan proyek desa, ironisnya cuma dia yang tampil yang sisanya delapan orang kemana apa dia satu-satunya anggota BPD plus merangkap ketua BPD," tudingnya.

Padahal jelas kata dia, aturan Permendagri No.110/2016 Badan Permusyawaratan Desa mempunyai fungsi, membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa, dan melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa. "Selain melaksanakan fungsi , BPD juga mempunyai tugas - tugas jelas di situ di atur," tukasnya

Seperti menggali, menampung, mengelola, serta menyalurkan aspirasi masyarakat, menyelenggarakan musyawarah BPD, Desa, serta musyawarah Kepala Desa, dan melaksanakan tugas lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Tugas BPD tersebut jelas termuat dalam Bagian Kedua Pasal 32 Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang BPD Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang BPD,jangan cuma pikirannya proyek saja pikirkan juga dong aspirasi masyarakat Desa Cipanas," geramnya.

Sementara itu, Ketua BPD Cipanas Solihin, berdalih kepentingannya selama ini memproteksi proyek pembangunan yang ada di lingkungan desa karena tidak ingin di wilayahnya di kuasai segelintir orang atau kelompok yang tujuannya hanya ingin mencari keuntungan semata.
"Kalau aset tersebut di diamkan bisa di kuasai preman, ormas, atau kelompok," paparnya.

Terlepas sesuai fungsi BPD atau tidak solihin mengakui, tujuan memproteksi Desanya untuk menghasilkan PADes melalui penataan aset desa yang akan disewakan. "Makanya saya terus terlibat dalam proyek tersebut (Selter Kuliner Desa Cipanas). Jadi jelas siapapun yang datang saya akan hadapi," pungkasnya.

Reporter : Dedy