Selamatkan Lingkungan, PT Yakult Tanam Sepuluh Ribu Pohon di TNGHS -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Selamatkan Lingkungan, PT Yakult Tanam Sepuluh Ribu Pohon di TNGHS

Rabu, 02 Mei 2018


SUKABUMI - cekupdate.com
Selah satu bentuk kepedulian perusahaan  terhadap lingkungan hutan serta kelestarian alam, PT Yakult Indonesia Persada bekerjasama dengan Lembaga Alam Lestari Indonesia (LALI) melakukan penanaman 10 ribu pohon dilingkungan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tepatnya di Blok Cipencit, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Penanaman pohon ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang kita mulai dari tahun 2015 bersama LALI yang sudah bekerjasama dengan perusahaan," ungkap Manager Marketing PT Yakult, Antonius Nababan kepada cekupdate.com di lokasi. Rabu (02/05).

Menurutnya, ini salah usulan LALI kepada pihak perusahaan untuk melakukan penanaman pohon di lokasi yang memang dianggap kritis, yaitu di wilayah Desa Pasawahan.

"Dan hari ini kami menanam 10 ribu pohon Puspa dilahan seluas 4 hektar. Karena sesuai hasil observasi yang sudah dilakukan LALI bahwa pohon tersebut sangat cocok di tanam di lahan ini," paparnya.

Selanjutnya kata dia, pihaknya akan terus memonitoring pertumbuhan pohon tersebut. "Ketika terdapat pohon yang mati itu akan ditanggung jawab oleh LALI untuk dilakukan tambal sulam agar jumlah pohon yang tumbuh itu tidak berkurang," tuturnya.

Selain itu juga kata Antonius, dalam program penanaman pohon ini LaLI juga memberikan kontribusi dengan cara melakukan penanaman pohon di pekarangan masyarakat.

"Dengan harapan masyarakat bisa mendapat ketersediaan serta kecukupan air. Kemudian tidak ada lagi penebangan pohon yang mengakibatkan terjadinya longsor. Dan anak - anak pelajar yang ikut hari ini mudah - mudahan dapat menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dimasa yang akan datang," harapnya.

Sementara Ketua Lembaga Alam Lestari Indonesia (LALI) Aang Erlan Hudaya menambahkan bahwa, selama 3 tahun ini sudah ada beberapa program yang dilakukan hasil kerjasama dengan PT Yakult.

"Sudah 30 ribu pohon yang ditanam di Taman Nasional yang dilakukan dari tahun 2015 - 2016 - 2017 - hingga 2018 sekarang. "Dan di 2018 ini yang pertama kita lakukan di daerah hilir, dan itu lebih ke Mikro Iklim, konteksnya 1 rumah itu 1 pohon dan 1 sumur resapan," terangnya.

Lebih lanjut kata dia, lebih hilirnya lagi ia bergerak ke penanganan sampah dengan teknologi tepat guna untuk mengolah sampah rumah tangga.

"Untuk penanaman 10 ribu pohon ini konsepnya 100 persen tanam tumbuh, ketika terdapat pohon yang mati maka akan dilakukan tambal sulam," jelasnya.

Kemudian kata dia, sistem monitoring penanaman pohon tersebut menggunakan GPS dengan cara memasang lebel dan barcode. "Agar ketika tanaman itu mati akan mudah diketahui jenis pohon serta kegunaannya, tentunya itu sudah terdapat di barcode. Kemudian kami juga akan lakukan pemeliharaan secara berkala selama 2 tahun ke depan yang dilakukan setiap 3 bulan sekali," pungkasnya.

Reporter : Fa'is