Kisah Bocah 3 Tahun yang di Vonis Menderita Gizi Buruk Tidak Mendapatkan Perhatian Pemkab Cianjur

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Kisah Bocah 3 Tahun yang di Vonis Menderita Gizi Buruk Tidak Mendapatkan Perhatian Pemkab Cianjur

Selasa, 05 Juni 2018


CIANJUR - cekupdate.com
Arya Muhamad Ibrahim (3) anak pasangan dari Sri Rahayu (ibu) dan Harun Armie warga Kampung Pasir Terong RT 02/08 Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Menderita gizi buruk sejak di prediksi oleh puskesmas Karang tengah pada tahun 2016 lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Harun Armie (ayah) bahwa anaknya di diagnosa oleh dr Puskesmas Bojong Karangtengah beberapa tahun kebelakang.

Ingin anaknya sembuh, Harun diberikan rekomondasi dari Puskesmas untuk segera diberikan rawat inap di RSUD Cianjur.

"Sebenarnya anak saya Arya, sakitnya dari sejak tahun 2016 lalu," tutur Harun Armie saat di hubungi para awak media beberapa waktu lalu, Selasa (5/5/2018).

Harun mengatakan, selama dirawat di RSUD anaknya tidak menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan maupun kartu indonesia sehat (KIS). Pasalnya ketika mau mengurus kelengkapan KIS maupun BJS dipersulit.

"Padahal waktu itu saya sudah memohon - mohon agar di ACC untuk proses KIS ke dinas sosial tapi tak digubrisnya," terang Harun.

Tahun 2017 akhir Harun kembali mengurus persyaratan KIS maupun BPJS tersebut dinas terkait namun tetap tak bisa di prosesnya. Padahal menurut Harun, ia bersama istrinya sudah terdaftar di KIS dan dirinya ingin memasukan data anaknya agar menjadi peserta KIS.

"Saya tanya tapi katanya staf Dinas Sosial (Dinsos) data untuk KIS langsung dari pusat, dan pengakuannya kalau kuota KIS untuk Kabupaten Cianjur di tahun 2018 sudah habis. Dan anak saya (Arya) masuk ke daftar tunggu," katanya.

Harun mengaku dan mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak RSUD Sayang karena selama anak dirawat hingga meninggal mendapatkan pelayanan maksimal. Ia juga tak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada Komunitas Paguyuban Paduli Cianjur (PPC) dan Komunitas Kebo Irenk yang telah membantu selama perawatan di Rumah sakit.

"Saya harap ini menjadi pembelajaran bagi dinas terkait agar tidak lagi mempersulit orang susah seperti kami ini. Tak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Komunitas PPC dan Komunitas Kebo Irenk yang telah membantu selama perawatan anak saya," kata Harun.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur A Mutawali mengaku, jika proses pembuatan KIS tidak ada yang sulit, adapun kasus sedang ramai di Medsos dirinya mengaku itu bukan permasalahan KIS melainkan takdir.

Mutawali mengaku jika dirinya baru dua bulan terakhir menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, ia mengaku jika ada hal - hal seperti ini justru akan berupaya mencari solusi terbaik.

"Kami tidak pernah mempersulit proses KIS, dan apabila ada warga yang tidak mampu sebenarnya bapak Bupati Irvan Rivano Muchtar juga menggratiskan tapi untuk kelas III jadi kalau urusan BPJS maupun KIS seharusnya dikebelakangkan dulu, yang penting nyawa pasien harus diutamakan. Untuk kasus Arya akan secepatnya saya datangi," tandasnya.

Reporter : Dedy
Editor : Jack