Berdiri Diatas Lahan Resapan Air Kandang Ayam Di Desa Batulawang Terancam Di Bongkar

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Berdiri Diatas Lahan Resapan Air Kandang Ayam Di Desa Batulawang Terancam Di Bongkar

Senin, 09 Juli 2018


CIANJUR - cekupdate.com
Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Cipanas melalui Kasi Trantib ancam tutup bangunan atau Kandang Ayam liar yang berada diatas lahan Hijau di wilayah Desa Batulawang, hal tersebut dilakukan karena status lahan yang tidak memiliki ijin oleh pengusaha yang beraasal dari Bandung tersebut.

Kasi Trantib Kecamatan Cipanas Ade Nurodin mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah mendatangi lokasi bangunan atau Kandang ayam liar yang berlokasi di Desa Batulawang. Menurutnya kondisi bangunan tersebut kurang lebih baru 70 persen.

"Beberapa hari kebelakang kita memang sudah mendatangi lokasi, bahkan sudah ketemu sama pemilik Kandang ayam tersebut H Medi asal Bandung," tutur Ade Nurodin di ruang kerjanya, Senin (09/07/2018).

Ade mengatakan, keberadaan Kandang Ayam tersebut sangat jelas melanggar karena berada diatas lahan garapan tanah Hak Guna Usaha (HGU) yang jelas tidak boleh berdiri bangunan atau masuk zona merah (N1). 

"Selain tidak memiliki IMB, juga ijin usahanya pun belum dikantongi pemilik Kandang Ayam, dan itu sangat jelas pelanggarannya," paparnya.

Ade menilai keberadaan Kandang ayam itu diduga ulah Kades Cibadak DLP Kecamatan Sukaresmi, karena sebelum didirikan bangunan tersebut si pemilik terlebih dahulu membeli tanah kurang lebih satu hektar itu kepada DLP dengan tidak berkoordinasi terlebih dahulu ke Kepala Desa Batulawang Kecamatan Cipanas H Nanang Rohendi.

"Kalau saya tanya ke pemilik Kandang ayam tersebut, katanya habis Rp 500 juta untuk tanah belum bangunannya," ungkap Ade.

Ade mengatakan, pihaknya sudah memanggil oknum Kades Cibadak tersebut untuk mengklarifikasi apa yang disampaikan si pemilik Kandang ayam itu. "Setelah dilakukan klarifikasi, oknum Kades Cibadak itu mengaku dan beralibi kalau ada bangunan atau kandang ayam di wilayah Desa Batulawang akan menambah lowongan pekerjaan bagi masyarakat sekitar," pungkasnya

Sementara itu, Kades Batulawang Nanang Rohendi mengaku jika pihaknya tidak pernah memberikan ijin ada bangunan di atas lahan garapan milik perkebunan tersebut, bahkan hingga saat ini pihaknya tidak diberitahukan kalau ada sumur bor didalam lokasi Kandang ayam tersebut. 

"Saya tidak menampik memang pernah saya kedatangan pemilik Kandang ayam tersebut untuk minta ijin akan dibangun kandang ayam, dan saya membolehkan asalkan syarat dan ketentuannya harus ditempuh, seperti IMB, ijin usaha ternak lainnya dari Dinas terkait," katanya.

Kades mengatakan, pihaknya sudah mengantongi nama-nama dari orang yang ada di dalam daftar juga yang telah memberikan ijin adanya Kandang ayam di wilayahnya itu. Nanang akan mencoba melakukan pendataan terlebih dahulu untuk kebenarannya kepada orang-orang yang ada didalam daftar itu menyetujui adanya Kandang ayam.

"Akan saya coba konfirmasi dulu kebenarannya kepada orang-orang yang sudah memberikan ijin berdirinya kandang ayam tersebut, selanjutnya kalau memang benar artinya berhadapan dengan saya. Saya tegaskan tidak boleh ada warga atau preman di Desa Batulawang," tandasnya.

Reporter : Dedy
Editor : Jack