Musyawarah Lanjutan Orang Tua Murid SDN 3 Mande Tetap Pada Tuntuntanya Meminta Kepala Sekolah Di Pindahkan

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Musyawarah Lanjutan Orang Tua Murid SDN 3 Mande Tetap Pada Tuntuntanya Meminta Kepala Sekolah Di Pindahkan

Senin, 23 Juli 2018


CIANJUR - cekupdate.com
Buntut unjuk rasa orangtua murid yang menuntut mundur kepala sekolah SDN 3 Mande yang di lakukan beberapa waktu lalu, pihak sekolah mengadakan rapat membahas tentang kegiatan belajar mengajar sekaligus klarifikasi masalah yang terjadi di sekolah.

Namun dalam pertemuan tersebut situasi sempat memanas ketika kepala sekolah SDN Mande 3 Nia Kania Dewi hendak merebut pengeras suara yang sedang dipegang oleh Ketua PGRI Kecamatan Mande, Jamaludin.

Tokoh masyarakat Mande, Ujang Solihin  mengatakan, situasi tak berlanjut kepada  konflik karena kedua pihak mau meredakan situasi.

"Alhamdulillah situasi mereda dan tidak ada kejadian yang tidak di inginkan sampai selesai rapat," ujar Ujang, saat dihubungi, Senin (23/7/2018).

Ujang menjelaskan dalam pertemuan tersebut para orang tua murid tetap pada tuntutan awal yakni agar kepala SDN 3 Mande segera dipindahkan.

"Dalam pertemuan tersebut para orang tua tetap pada tuntutan yang disuarakan yakni ingin agar kepala sekolah dipindahkan dari SDN Mande 3," paparnya.

Seperti diberitakan waktu lalu, orangtua murid SDN 3 Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, kecewa dengan kepemimpinan kepala sekolah dan melakukan unjuk rasa di halaman sekolah beberapa waktu lalu.

Mereka menuntut kepala sekolah untuk mundur dari jabatannya karena dinilai tak becus mengurus administrasi sekolah. Kekecewaan memuncak setelah seorang guru honorer yang dinilai baik oleh orangtua murid dipecat sepihak.

Orangtua murid juga menyoal masalah tabungan murid yang seharusnya dibagikan sebelum  liburan masih tertahan di sekolah.

Orangtua meminta tabungan segera  dicairkan dan meminta kepala sekolah mempekerjakan kembali guru honorer yang berprestasi yang telah diberhentikan.

Ratusan orangtua murid ini kecewa dengan kepemimpinan kepala sekolah. Mereka ada yang membawa karton bertuliskan sedikit keras yang ditujukan kepada kepala sekolah.

"Kami para orangtua murid hari ini menuntut hak, uang tabungan yang belum dibagikan", ujar Aisyah (37) salah seorang orangtua murid kelas 4.

Para orangtua juga membawa spanduk bertuliskan kembalikan guru Yoga mengajar atau bangunan sekolah akan disegel.

Didampingi Ketua RW mereka sempat berteriak-teriak mengutarakan kekesalan mereka. Semula mereka mengadukan permasalahan kepada Ketua RW. Dalam orasi juga orangtua meminta kepala sekolah untuk dipindahkan.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur, Awaludin, yang menyempatkan datang  ke lokasi unjuk rasa meminta pihak terkait untuk bermusyawarah. Ia memandang permasalahan masih bisa diselesaikan baik baik dengan duduk bersama.

"Sepanjang masih bisa dimusyawarahkan saya pikir itu jalan terbaik, karena ini persoalan internal sekolah," kata Awaludin.

Ia mengatakan, prinsipnya kebijakan sekolah harus terkomunikasikan dengan orangtua murid, sehingga bisa menghindari konflik. "Ini hanya belum maksimal komunikasi, semua bisa selesai," katanya.

Kepala SDN 3 Mande Nia Kania Dewi membantah semua tuduhan para orangtua murid. 

"Saya baru tujuh bulan di sini, masalah tabungan hanya tinggal beberapa orang saja, sempat diberi pinjaman dua juta untuk menutupi tabungan murid," kata Nia.

Nia mengatakan alasan memberhentikan guru honorer karena masalah perilaku yang dinilainya kurang baik. "Saya berhentikan guru honorer karena masalah perilaku, saya sudah mencari dan ada penggantinya," tukasnya.

Reporter : Dedy
Editor : Jack