Ratusan Warga Gruduk Pabrik Semen Di Sukabumi Ancam Stop Aktivitas Perusahaan

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Ratusan Warga Gruduk Pabrik Semen Di Sukabumi Ancam Stop Aktivitas Perusahaan

Senin, 02 Juli 2018


SUKABUMI - cekupdate.com
Ratusan warga masyarakat dari Lima Desa di Tiga Kecamatan mengancam salah satu Perusahaan Tambang Semen di Sukabumi untuk berhenti melakukan aktifitas perusahaan, Senin (02/07/2018).

Lokasi kegiatan Perusahaan Tambang Semen tersebut terletak di Pegunungan yang tidak jauh dari Pemukiman warga. " Warga masyarakat sekitaran Perusahaan Tambang Semen tersebut mengancam untuk berhenti melakukan aktifitas perusahaan, karena dari kegiatan aktifitas perusahaan tersebut berdampak membahayakan dan membuat resah warga, " ujar ratusan warga.

Informasi yang diperoleh, dari beberapa waktu yang lalu aktifitas perusahaan tersebut selalu membuat bising disebabkan adanya dentum suara ledakan  yang mengakibatkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan, keretakan bahkan kehancuran.

Lima Desa yang terkena dampak dari kegiatan Perusahaan Tambang Semen tersebut diantaranya Desa Tanjungsari, Jampang Tengah, Parakan Lima, Sinarresmi dan Sukamaju Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Dari kejadian tersebut, warga dari Lima Desa di Tiga Kecamatan melakukan Aksi Demo terhadap Perusahaan Tambang Semen di Sukabumi tersebut.

" Kami Ratusan warga yang terdiri dari beberapa Pekerja Tani dan Ibu- ibu Ramah Tangga tersebut mendatangi Kantor Perusahaan Tambang Semen Sukabumi tersebut, para warga memperlihatkan wajah kekecewaan dan kekesalan dengan ungkapan tulisan disebuah Kertas Karton dan bekas Dus, " cetus warga.

Tidak lama dari Aksi Demo, pihak Perusahaan menanggapi dan mengklarifikasi akan tuntutan dari warga. Aktifitas yang tidak diinginkan warga akan berhenti untuk sementara dan beberapa rumah warga yang terkena dampak dari aktifitas perusahaan akan didata dan ditindak lanjuti (direnovasi kembali, red).

Usai hasil tanggapan dan klarifikasi dari Perusahaan, para warga kembali meninggalkan Kantor Perusahaan tersebut dan para warga akan menunggu hingga aktifitas yang tidak semestinya dilakukan itu tidak bergerak lagi.

Reporter : Ivan