Tega !!! Hanya Karena Menunggak UDT dan UDB SMK 1 Cipanas Diduga Tahan Uang KIP Siswa

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tega !!! Hanya Karena Menunggak UDT dan UDB SMK 1 Cipanas Diduga Tahan Uang KIP Siswa

Senin, 30 Juli 2018


CIANJUR - cekupdate.com
AN (17) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Satu Cipanas kelas XI  jurusan Adminitrasi Perkantoran  (AP) harus rela menunda keinginannya untuk mendapatkan berbagai kebutuhan di sekolahnya.

Pasalnya tertundanya keinginan AN untuk membeli berbagai kebutuhan sekolah seperti tas, sepatu dan seragam sekolah, lantaran pihak SMK 1 Cipanas di duga sudah menahan uang AN yang berasal dari dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang beberapa bulan lalu sudah di terimanya.

Janaedi (58) orang tua AN warga Kampung Sukasari Rt 01 Rw 15 Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas ini mengatakan, alasan langsung di ambilnya uang KIP dari tangan AN saat pencairan KIP pada tanggal 8 Juni tahun 2018 lalu, oleh pihak sekolah. Lantaran pihaknya dianggap belum mampu menyelesaikan iuran Uang Dana Tahunan (UDT) dan iuran Uang Dana Bulanan (UDB) kepada pihak sekolah.

Padahal menurut Junaedi biaya tunggakan UDT dan UDB tersebut sebelumnya sudah ia bicarakan kepada pihak sekolah melalui bagian tata usaha agar pihaknya diberikan keringanan terhadap persoalan tersebut. " Ini tiba-tiba saja langsung diambil oleh pihak sekolah sebesar Rp 1 juta dari anak saya saat pengambilan dari Bank BNI di Cipanas," tuturnya kepada cekupdate.com, Senin (30/7/2018).

Junaedi yang berprofesi sehari harinya sebagai tukang mie ayam keliling di daerah Cipanas ini mengatakan, pihaknya merasa kecewa seharusnya sebelum akan mengambil tindakan pengambilan langsung uang KIP dari anaknya harusnya pihak sekolah memberitahukan terlebih dahulu kepadanya.

" Lagian tunggakan UDT dan UDB itu mau gimana pun itu urusan orang tua bukan urusan anak saya, kan jelas aturannya dana KIP itu kebutuhannya untuk kebutuhan sekolah anak bukan untuk yang lain lain," paparnya.

Akibat tindakan pihak sekolah yang dinilainya tidak memberikan kebijakan sama sekali terhadap anaknya, lanjut Junaedi, pihaknya kini terpaksa harus meminjam uang kesalah satu bank keliling guna menutupi kebutuhan anaknya di sekolah.

" Jadi terpaksa waktu itu saya harus pinjam uang ke bank keliling untuk membeli perlengkapan sekolah anak saya," keluhnya.

Sementara itu humas SMK 1 Cipanas Iwan Edi saat di konfirmasi membenarkan jika pihak sekolahnya dia mengajar, sudah menerima uang untuk biaya sumbangan bulanan dari atas nama AN yang berasal dari uang dana bantuan PIP atau KIP untuknya beberapa bulan lalu.

" Jadi saya sudah tanyakan ke pihak bendahara Sekolah bahwa betul anak tersebut setelah mengambil uang dari Bank langsung menyerahkan ke pihak sekolah untuk sumbangan bulanan," tukasnya.

Reporter : Dedy