Ketua LBH Cipanas Ade Kosasih : Dugaan Kasus Dana KIP Ditahan Sekolah SMK 1 Cipanas Jelas Sudah Melanggar Ketentuan

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Ketua LBH Cipanas Ade Kosasih : Dugaan Kasus Dana KIP Ditahan Sekolah SMK 1 Cipanas Jelas Sudah Melanggar Ketentuan

Rabu, 01 Agustus 2018


CIANJUR - cekupdate.com
Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cipanas Ade Kosasih angkat bicara Perihal adanya dugaan uang dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) milik siswa yang di tahan pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Cipanas beberapa waktu lalu, hanya gara-gara masih mempunyai tunggakan iuran.

Ade mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan sikap Sekolah SMK 1 Cipanas kepada anak didiknya yang dinilainya sangat berlebihan dan tidak mengedepan rasa perasaan sedikit  pun.

"Apalagi yang namanya uang KIP itu jelas peruntuknya untuk kebutuhan siswa seperti membeli buku,sepatu seragam dan keperluan sekolah lainnya dan tidak boleh untuk yang hal lain," tuturnya kepada Cekupdate.com saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (1/8/2018).

Ade yang juga terlibat di Sekretaris Bersama (Sekber) yang ada di wilayah Pacet- Cipanas mengatakan, mengenai masalah tunggakan seperti iuran dana tahunan (UDT) dan iuran dana bulanan (UDB) kepada pihak sekolah. Bukan berarti pihak sekolah seenaknya mengambil uang KIP tersebut dari siswanya  hanya untuk menutupi tunggakannya. 

" Ini jelas tidak boleh dan sudah melanggar aturan tentang pemanfaatan dana tersebut" paparnya.

Ade menambahkan, kalau pihak sekolah sangat membutuhkan dana tersebut dari siswa untuk menutupi operasionalnya karena lambatnya pembayaran iuran UDT atau UDB dari orang tua siswa,tentunya itu harus dibicarakan dulu dengan orangtua siswanya. 

" Jadi jelas tidak boleh seenaknya menahan begitu saja apalagi itu berkaitan tentang hak orang itu bisa masuk pidana bisa saja orangtua murid tidak terima melaporkannya ke polisi," jelasnya.

AN (17) siswa SMK 1 Cipanas kelas XI jurusan Adminitrasi Perkantoran (AP) penerima manfaat dana beasiswa KIP. Diduga di tahan pihak sekolah dana KIP yang sudah dicairkannya dari salah satu Bank di Cipanas hanya karena masih masih menunggak iuran sekolah.

Sementara itu seperti di kutip dari salah satu media (Kompas.com) beberapa waktu lalu saat kunjungan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi meninjau kegiatan pencairan dana manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) yang kini sekarang di nyatakan menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP). Di salah satu SMK yang ada di Jawa Tengah.

Muhadjir mengatakan, pihaknya jelas mengingatkan kepada para orang tua siswa ataupun siswi yang sudah mendapatkan maanfaat dana PIP atau KIP. Agar penggunaannya di manfaatkan untuk keperluan sekolahnya bukan untuk keperluan yang lainnya.

" Manfaat PIP atau yang sekarang jadi KIP harus digunakan sebesar-besarnya untuk keperluan sekolah putra-putri Bapak dan Ibu,dan jangan sekali kali digunakan untuk hal-hal lain yang tidak hubungannya dengan kebutuhan sekolah," tuturnya.

Reporter : Dedy
Editor : Jack