Lindungi Hak Cipta, Maruarar Sirait Temui Sejumlah Musisi Bahas RUU Permusikan -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Lindungi Hak Cipta, Maruarar Sirait Temui Sejumlah Musisi Bahas RUU Permusikan

Kamis, 31 Januari 2019


CIANJUR - Cek Update 
Anggota DPR RI Marurarar Sirait dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan temui sejumlah musisi tanah air yang tergabung dalam Kami Musik Indonesia (KAMI) di ruang komisi X Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Pertemuan yang diinisiasi bersama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo tersebut, menidaklanjuti pembahasan Ruang Undang-Undang (RUU) permusikan. Sebagai jawaban masalah yang selama ini banyak dihadapi sejumlah para musisi Indonesia.

"Setelah aspirasi RUU permusikan kita tampung, saya juga sempat memberikan masukan seperti pembuatan Undang-Undang (UU) ini. Dibuat bukan hanya untuk mengejar kuantitas  namun harus juga mengedepankan kualitas," tuturnya baru-baru ini, Rabu (30/1/2019).

Maruarar menyarankan, kepada semua para musisi dan seniman se-Indonesia agar menjalin koordinasi dan konsolidasi sehingga sebelum UU tersebut di bahas, apa saja yang akan dimasukan ke dalam UU sehingga aturan tersebut nantinya bisa terwakili semua kalangan musisi dan seniman.

"Sehingga Undang-Undang tersebut bukan hanya di buat berdasarkan keinginan segelintiran musisi saja,tapi juga harus menjadi kesatuan semua pelaku seni," paparnya.

Ara sapaan akrabnya menambahkan,selain dari legislatip seperti dari komisi lll, komisi X dan komisi XI. Perlunya peran pemerintah juga untuk hadir sebagai pemangku kebijakan dari Badan Ekonomi Kreatif, Kementrian Keuangan (Kemenkeu) Kepolisian dan stageholder lainya.


"Sehingga kedepanya pertimbangan hak cipta dan kehidupan para seniman serta kepentingan negara benar-benar terlindungi," katanya.

Ara berharap dengan dukungan penuh dari para anggota dewan lainnya, undang-undang permusikan yang berkualitas dapat segera di sahkan sebelum masa jabatan anggota dewannya habis.

"Sesuai dengan apa yang diharapkan pelaku seni dan musisi di negeri ini dan bermanfaat untuk rakyat,"harapnya.

Sementara Ketua KAMI Glennd Fredly menjelaskan, pentingnya RUU Permusikan segera dibahas dan disahkan, sebagai upaya untuk melindungi pelaku seni dan untuk ketahui berbagai elemen di industri musik Indonesia.

"Undang-undang permusikan merupakan badan hukum yang dapat melindungi pelaku seni dan sebagai patokan bagi insdsutri musik. Kami berharap besar terbentuknya UU tersebut sebagai kontek kemanfaatan, perlindungan dan pengelolaan," tukasnya.


Reporter : Dedy