Awal Tahun 2019 Kerugian Akibat Bencana Sukabumi Capai Rp 9,4 Miliar -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Awal Tahun 2019 Kerugian Akibat Bencana Sukabumi Capai Rp 9,4 Miliar

Jumat, 08 Februari 2019


SUKABUMI - Cek Update
Kerugian akibat bencana alam awal tahun 2019 di Kabupaten Sukabumi, cukup fantastis yakni mencapai sebesar Rp 9,4 Miliar. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, selama Januari kejadian bencana alam mencapai sebanyak 125.

Adapun beberapa jenis bencana alam yang terjadi diantaranya, 77 longsor, 18 angin kencang, 16 banjir, 7 kebakaran, 4 pergerakan dan satu lain-lain.

Koordinator Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, terdapat beberapa bencana alam pada Januari lalu yang belum terekap yakni, Kampung Garehong dan Kampung Cicadas Cisolok.

"Itu data sementara yang sudah terekap. Dua kejadian tersebut masih dalam penghitungan," ujar Daeng, Jumat (8/2/2019).

Akibat bencana ini, sebanyak 210 jiwa terpaksa mengungsi di rumah sanak sodara terdekat serta di tenda darurat yang disediakan BPBD. Sedangkan, yang terdampak sebanyak 22 kepala keluarga dengan 882 jiwa. 

"Sementara, sebanyak 365 bangunan yang terdampak. Rinciannya, 47 bangunan rusak berat, 59 rusak sedang, 91 rusak ringan dan 170 bangunan lainnya masih berpotensi terancam," jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini bencana alam yang terjadi di Kabupaten Sukabumi masi didominasi bencana longsor. Pasalnya, kabupaten memiliki kerawanan yang sama disetiap daera. Seperti, Kecamatan Cibadak, Cicurug, Pelabuhan dan daerah lainnya.

"Kebanyakan bencana longsor terjadi ketika hujan mengguyur dengan waktu cukup lama. Karena mungkin kondisi tanahblabil sehingga terjadi longsor," tuturnya.

Ia menambahkan, dalam menangani bencana BPBD hanya memberikan bantuan berupa stimulan untuk para korban. Misalnya saja, makanan pokok, tenda darurat dan yang lainnya sesuai dengan kebutuhan para korban. 

"Selain itu, melakukan berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera mendapatkan bantuan," tambahnya.

Pihaknya meminta, masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaanya khususnya yang tinggal di pinggiran tebing dan sungai. Terlebih, saat ini tengah musim hujan dimana rawan terjadi bencana alam. 

"Untuk mengurangi resiko bencana, BPBD sering melakukan simulasi bagai mana cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana seperti gempa bumi dan yang lainnya. Intinya jangan sampai panik," tukasnya.

Reporter :  S Ramdani (Chandra)