Diduga 'Tilep' Dana Desa, Kades Cidadap: Hasil Riksus Inspektorat Clear -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Diduga 'Tilep' Dana Desa, Kades Cidadap: Hasil Riksus Inspektorat Clear

Kamis, 14 Februari 2019


SUKABUMI - Cek Update
Terkait adanya tudingan penyelewengan keuangan Desa, Asep Mulyadi, Kepala Desa/Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi angkat bicara dirinya mengklaim hasil pemeriksaan khusus Inspektorat, baik Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD), clear alias tidak ada penyalahgunaan. 

Sebelumnya pertengahan Januari lalu sejumlah warga sekitar melaporkan perangkat desa beserta BPD Cidadap ke Kejari Kabupaten Sukabumi. Laporan teindikasi penyelewengan itu yakni keuangan Desa dari mulai Tahun 2016 hingga Tahun 2018.

Kades Asep menuturkan dirinya setiap akan melaksanakan program terlebih dahulu melalui Musrenbangdes yang melibatkan BPD, tokoh masyarakat, Tokoh pemuda, dan unsur lainnya. Dalam Musrenbangdes tersebut dicanangkan beberapa program, setelah disepakati dituangkan dalam Rencana Anggaran Pembangunan Desa (RAPBDes) yang anggaran bersumber dari DD /ADD.

"Kami rasa laporan itu mengada-ada. Serta kemungkinan besar adanya miskomunikasi dengan warga yang pada waktu tidak hadir pada saat Musrenbangdes, " ujar Asep, Kamis (14/02/19). 

Asep pun menambahkan, karena ketidak hadiran serta serta tidak memahami hasil dari Musrembangdes maka hal tersebut mereka laporkan. "Warga tersebut tidak paham mekanismen dan rencana pembangunan di titik mana saja yang akan dilaksanakan," katanya.

Sementara itu menurut Ketua BPD Cidadap, Asep Dian menegaskan  program pembangunan yang anggarannya bersumber dari DD/ADD direalisasikan sesuai dengan yang dituangkan dalam RAPBDes.

"Hasil pembangunannya sudah diperiksa oleh Inspektorat setiap tahunnya. Dan hasil dari pemeriksaan inspektorat tersebut tidak ada atau tidak ditemukan penyalahgunaan, " tegasnya.

Terkait adanya laporan warga, Dian menduga adanya unsur politis. Ditengari adanya ketidakpuasan sejumlah warga yang belum menerima kekalahan pada Pilkades. " Mungkin itu ada ketidakpuasan serta besar kemungkinan didalamnya ada unsur politis, " tutupnya.

Reporter : S Ramdani (Chandra)