Diduga Terpapar Limbah, Air Sungai Cimahi Berbau -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Diduga Terpapar Limbah, Air Sungai Cimahi Berbau

Jumat, 15 Maret 2019


SUKABUMI - Cek Update
Aliran Sungai Cimahi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, diduga terpapar limbah kimia. Pasalnya, terlihat air sungai berbau dan berbusa, hingga menyebabkan ikan-ikan disungai mati mengambang. Hal itu, diduga dari salah satu perusahaan garmen yang berlokasi di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak.

Menurut Asep Hasrul (30) warga Kecamatan Cibadak mengatakan, ia melihat kondisi air sungai ketika malam hari berbusa dan berbau menyengat. Ia pun lantas menyelidiki diduga tercemarnya air sungai tersebut. 

"Airnya berbusa dan bau serta berwarna keruh. Serta, kita lihat banyak ikan mati terkapar," katanya.

Dirinya pun, menduga bahwa limbah tersebut berasal dari pabrik garmen yang melakukan pencucian yang lokasinya tidak jauh dari tempat tersebut. Ia pun menyebutkan, bahwa air sungai sering dipakai warga sekitar untuk mandi, mencuci pakaian dan mencuci piring.

"Di hulu sungai ada pabrik garmen. Kita menduga, limbah tersebut berasal dari sana. Karena, sekarang terpapar limbah, tidak ada warga yang berani menggunakan airnya," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Personalia PT Daehan Global Karangtengah Cibadak, Haris menjelaskan, pihaknya mengaku bahwa diperusahaan yang ia pimpin memang ada aktifitas washing (pencucian bahan). Namun, di perusahaannya itu sudah berjalan sejak 2011 lalu.

"Washing berdiri sejak 2011. Kalau, ikannya pada mati itu seharusnya dari tahun 2011 itu sudah mati, bukannya malah sekarang," jelasnya.

Ia menambahkan,  perusahaan yang bergerak dibidang garmen itu, sudah memiliki izin terkait pengelolaan limbah dan pengambilan air sungai. Serta izin-izin lainnya. Karena, pihaknya pun tidak ingin bermasalah dengan Pemerintah Daerah ataupun pihak Buyer. 

"Izin sih sudah ditempuh. Seperti, SIPA, IPAL, UKL/UPL dan Izin limbah organik," akunya.

Reporter : S Ramdani (Chandra)