Satpol PP Cianjur Jaring Puluhan PSK -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Satpol PP Cianjur Jaring Puluhan PSK

Rabu, 13 Maret 2019


CIANJUR - Cek Update
Sebanyak 12 orang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) terjaring Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur dalam kegiatan Rajia, Selasa (12/3).

Kegiatan rajia P21 tersebut,digelar malam Selasa (12/3) kemarin sekitar pukul 21:00 WIB hingga Rabu (13/3) pukul 03:00 dini hari. Dengan menyisir wilayah Kecamatan Pacet, Kecamatan Cipanas,villa elite Kota Bunga, Jalan raya baru Cianjur-Jonggol, dan Jalan Lama Kecamatan Sukaluyu. 

Kepala Seksi (Kasie) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Heru Haerul Hakim menuturkan, kegiatan ini sudah rutin digelar dan tidak lain untuk mengantisipasi penyakit masyarakat yang tertuang di Peraturan Daerah (Perda) 21 tahun 2000 tentang Larangan Pelacuran diwilayah Kota Santri. 

"Ini memang sudah jelas rutin digelar, karena mengacu pada perda 21 serta program bupati Cianjur dalam memberantas kemaksiatan di Kabupaten Cianjur," tuturnya kepada awak media seusai melaksanakan kegiatan rajia, Rabu (13/3).

Heru menjelaskan,rajia kali ini ada 12 terduga PSK ini didapati dipenginapan dan diwarung remang-remang. Lima di wilayah Kecamatan Pacet, tiga di Kota Bunga Kecamatan Cipanas, Dua Jalan Baru Cianjur-Jonggol, dan Legok Terong dua orang,"katanya.

" ke 12 perempuan ini terlebih dahulu akan dilakukan BAP untuk didata dan kemudian akan diperiksa oleh Dinas Kesehatan melalui test VCT untuk memastikan Kesehatannya,"paparnya

Lanjut Heru,dari 12 orang terduga PSK yang terjaring hari ini, delapan Perempuan kami kirim ke Panti atau Rumah Satuan Pelayanan Rehabilitasi Tuna Sosial di Sukabumi.

"Mudah-mudahan ke delapan perempuan yang dikirim ke panti tersebut menjadikan efek jera terhadap perempuan PSK dan tidak melakukan pekerjaan pekerjaannya lagi,"harapnya

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Neneng Efa Fatimah, menuturkan, sebelum melakukan test VCT pihaknya memberikan pemahaman terkait penyakit HIV/AIDS.

"Pekerjaan ini sangat beresiko terlebih lagi terhadap penyakit kelamin terutama HIV/AIDS. Jadi kami sosialisasiakan terlebih dahulu agar paham,"terangnya

Dia mengungkapkan, dengan diberikannya sosialisasi pemahaman penyakit HIV/AIDS, perempuan yang berprofesi sebagai Pekerja Seks tersebut tahu bagaimana cara mengantisipasi dan tidak melakukan pekerjaan yang beresiko. 

"Ya mudah-mudahan setelah diberi pemahaman para Perempuan ini berhenti dan tidak bekerja sebagai PSK lagi," pungkasnya.

Reporter : Dedy