Tega, Oknum Guru di Tasikmalaya Diduga Sabet Murid Menggunakan Sajam -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tega, Oknum Guru di Tasikmalaya Diduga Sabet Murid Menggunakan Sajam

Selasa, 19 Maret 2019


TASIKMALAYA - Cek Update
Diduga oknum Guru SMP Islam yang berada Kampung Petir Kelurahan Gunajaya Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya tega sabet anak didiknya dengan senjata tajam (Sajam).

Hal tersebut terjadi tepatnya hari Sabtu (16/03/18) pukul 11'30 WIB, pada saat kejadian para siswa sedang jam istirahat. Oknum guru berinisial AB menegur para siswa untuk masuk kelas padahal waktu itu para siswa masih melakukan jam istirahatnya.

"Pak guru AB (Oknum guru) memerintahkan para siswa masuk kelas lagi padahal pada saat itu masih jam istirahat, namun entah kenapa pak Guru AB malah mengacungkan Goloknya, " ungkap salah satu teman korban yang enggan disebutkan namanya.

Mengetahui hal tersebut para siswa yang lain berlari kearah depan. Namun AS (korban) medekati oknum Guru (AB). "Entah kenapa pada saat itu terjadilah pembacokan dan mengenai tangan kiri korban AS karena korban berusaha menangkis sabetan dengan tangan, alhasil tangan sebelah kiri korban mengalami luka, " tambahnya.

Sementara itu Dede orang tua korban merasa tidak puas dengan seorang oknum pengajar yang kurang baik. "Saya jelas merasa perlakuan seorang oknum pengajar samapai tega melakukan tindakan seperti itu sampai anak saya teraniaya dan mengalami hal yang seperti itu, " geramnya.

Mengetahui anaknya menjadi korban, Dede (orang tua korban) melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Manonjaya, "Hal ini kami lakukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi cukup hanya terhadap anak saya saja, tentunya hal ini pun menjadi coreng hitam dunia pendidikan, " cetusnya.

Dede pun menambahkan kejadian seperti ini sebetulnya bukan kali pertama, dirinya selalu mendapat informasi dari warga sekitar dan orang tua siswa lainnya bahwa kejadian seperti itu sering terjadi.

"Kita tunggu langkah apa yang akan diambil pihak sekolah terhadap oknum guru tersebut, " pungkasnya.

Sementara itu sampai berita ini ditayangkan pihak sekolah belum bisa memberikan keterangan lebih terkait permasalahan yang menimpa salah satu siswanya.

Reporter : Olis