Melalui Pantun,Bupati Sukabumi Ajak Warga Cegah Stunting -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Melalui Pantun,Bupati Sukabumi Ajak Warga Cegah Stunting

Selasa, 23 April 2019


SUKABUMI, - Cek Update 
Guna mencegah merebaknya kasus Stunting di Kabupaten Sukabumi.Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengajak masyarakat untuk mencegah Stunting. 

Namun siapa sangka uniknya ajakan mencegah penyakit gizi buruk tersebut ,oleh orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi itu kepada warganya saat membuka peringatan Hari Gizi Nasional di alun-alun Palabuanratu kemarin (22/04) yakni melalui pantun.

"Ke pasar baru beli batik, kepasar baru beli kepiting, untuk Kabupaten Sukabumi lebih baik, mari bersama kita jaga stunting" ajaknya.

Marwan meminta seluruh pelaksana kegiatan bidang kesehatan untuk melakukan pekerjaan secara maksimal sehingga dapat menjawab harapan masyarakat.

"jawab persoalan masyarakat terutama masalah stunting, Jangan hanya gara gara kapitasi atau tunda sehingga pegawai tidak melaksanakan tugas dan tidak memberikan pengetahuan serta tidak melaksanakan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal" pintanya.

Bupati mengatakan,bahwa program penanggulangan stunting harus segera tersosialisasi dengan baik sehingga kedepan tidak ada lagi kasus stunting di Kabupaten Sukabumi

Diketahui Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh buruknya asupan gizi anak dalam jangka waktu yang cukup lama.

Sehingga menyebabkan kondisi gagal tumbuh pada anak yang mengakibatkan tinggi atau panjang badan anak yang tidak sesuai dengan dengan umur (TB/U) sehingga anak terlihat jauh lebih pendek (kerdil) daripada teman-teman seusianya

"Dampak Stunting Bagi Individu adalah
Kemampuan kognitif menurun, Daya tangkap berkurang, Mudah Sakit dan Funqsi tubuh tidak seimbang," ungkapnya

Sementara Kepala Dinas Kesehatan, Didi Supardi menyampaikan,bahwa pringatan Hari Gizi Nasional dapat meningkatkan komitmen dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat atau pun sektor lainnya dibidang kesehatan untuk bersama membangun gizi dalam upaya mencegah "stunting".

"Ada 4 kecamatan dan 10 desa di Kabupaten Sukabumi mendapat penghargaan dalam komitmen penanggulangan stunting di tahun 2018 lalu," terangnya

Didi menjelaskan ke4 Kecamatan itu adalah, Kecamatan Kebonpedes, Cidahu, Bantar Gadung dan Palabuanratu, sementara untuk 10 desa adalah Pondokkasotengah, Kebonpedes, Bantargadung, Mangunjaya, Bojonggaling, Limusnunggal, Bantargebang, Boyongsari, Pasirsuren dan Cidahu.

"Giat kali ini mengangkat Tema "bersama mencegah stunting melalui kemandirian gizi keluarga, membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi," sebutnya. 


Sumber : Tim Cek Update