Bagi Zakat Belasan Juta Pakai Upal, Pria Asal Cicurug Bakal Berlebaran Dibalik Jeruji Besi -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Bagi Zakat Belasan Juta Pakai Upal, Pria Asal Cicurug Bakal Berlebaran Dibalik Jeruji Besi

Jumat, 17 Mei 2019


SUKABUMI - Cek Update
Bagi-bagi zakat belasan juta menggunakan uang palsu (upal) kepada masyarakat di Kampung Jawura, Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin. Opik (45) warga Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, bakal Rayakan Lebaran dibalik jeruji besi.

"Uang yang dibagikan Opik terbongkar setelah tukang ojek dan seorang penjual buah protes karena uang yang diberikan Opik ternyata palsu, " ungkap Kapolsek Caringin, IPTU Rafil Rahardiansyah di kantor Mapolsek Caringin.

Aksi sebar zakat yang dilakukan opik tetap dilakukan meski Opik sudah diberitahu oleh tukang ojek uang yang dia bayarkan palsu, "Sampai akhirnya kita (Polisi) datang mengamankan dan langsung meminta keterangan pelaku, " terangnya.

Kapolsek menambahkan, pelaku (Opik) saat dimintai keterangan mengaku tidak mengetahui uang yang dia bagikan pada Kamis lalu (9/5/2019), itu palsu. Hingga, anggota polisi pun, sempat menelusuri darimana Opik mendapkan uang palsu itu.

"Saat dimintai keterangan pelaku mengaku tidak mengetahui persis sosok pemberi Upal tersebut, pelaku beralasan bahwa dirinya diberi uang oleh seorang pemotor dan membagikan ke masyarakat, " tambah IPTU Rafik, Jumat (17/05/19).

Pelaku kini ditahan karena memilih tutup mulut mengenai siapa pemberi upal sebesar Rp 12.700.000 dengan nominal pecahan Rp 100 ribu sebanyak 65 lembar dan pecahan Rp 50 ribu sebanyak 124 lembar.

"Dari keterangan pelaku, dirinya diberi Upal tersebut dengan dibungkus plastik hitam yang dilapisi plastik merah oleh pemotor tersebut usai melaksanakan aktivitas berkebun nya. Karena keseharian pelaku sebagai petani, " kata Kapolsek.

Masih kata Kapolsek, setelah mendapat upal tersebut pelaku Opik langsung membagikan zakat ke masyarakat Desa Seseupan, Kecamatan Caringin. " Opik dari Kecamatan Cicurug menggunakan angkot dan dilanjut dengan ojek untuk membagikan Upal itu hingga di lokasi pembagian (Kecamatan Caringin), " tuturnya.

Atas perbuatannya kini Opik harus mendekam dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, "Dia diancam dengan Pasal 36 ayat 3 dan ayat 2 UU RU nomor 7 tahun 2011 tentang uang. Ancaman maksimal yaitu menyimpan 10 tahun. Serta mengedar dan membelanjakan 15 tahun kurungan penjara," pungkas Rafik.

Reporter : M Afnan