Bawaslu Jabar Gembleng 81 Kader Untuk Awasi Pilkada 2020 -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Bawaslu Jabar Gembleng 81 Kader Untuk Awasi Pilkada 2020

Minggu, 29 September 2019
CIANJUR, Cek Update 
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat menggelar Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif pemilu 2020.

Kegiatan ini diikuti puluhan orang perwakilan Kota dan Kabupaten dari berbagai komunitas dan organisasi se-Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di aula wisma haji ciloto puncak cianjur.

Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Lolly Suhenti mengatakan Bawaslu Jawa Barat  saat ini tengah menyelesaikan sekolah kader pengawasan Partisipatif.

Menurutnya sekolah kader pengawasan pertisipatif ini, ia ambil dari beberapa perwakilan masyarakat umum yang sebelumnya sudah di ia sesuaikan dengan kriteria.

"Misalnya salah salah satunya yakni usianya minimal 19 sampai dengan 30 tahun punya pemahaman tentang kepemiluan dan dia bergerak di aktivitas sosial kemasyarakatan serta pergerak dari komunitas," tuturnya saat di konfirmasi para awak media.Minggu (29/9/2019).

Lolly menjelaskan,para kader tersebut terdiri dari beberapa perwakilan seluruh kabupaten atau kota yang ada di provinsi jawa barat.

"Totalnya ada 81 kader, masing masing mewakili kota dan kabupaten 3 orang yang kami gembleng selama satu minggu ini," paparnya.



Lolly menambahkan, tujuan di adakannya sekolah kader pengawasan partisipatif ini ialah untuk semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan melakukan pengawasan.

Diakuinya Lolly dalam baberapa dekat ini ada delapan Kabupaten dan Kota di ProvinsiJawa Barat yang akan melakukan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

"Delapan Kota dan Kabupaten yang akan melakukan Pilkada ini tentunya akan menjadi area para kader untuk memastikan apakah kader kader ini bisa melakukan kerja dengan baik apa tidak," Imbuhnya.

Lanjut Lolly, sementara untuk sembilan belas Kota dan Kabupaten yang sebelumnya sudah melalukan Pemilihan Kepala Daerah menurutnya bukan berarti mereka (Kader) tidak terlibat untuk melalukan pengawasan.

"Mereka (Kader) yang tidak terlibat Pilkada di Kota maupun di Kabupatennya, bisa berkontribusi misalnya Depok dan Kabupaten Depok atau Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi bahkan dari Kabupaten Bogor pun bisa untuk melakukan pemantauan," terangnya.

Lolly berharap dengan adanya kader pengawas pertisipatif untuk pemilu ini bisa menuralkan kesadaran kritisnya kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan partisipatif pemilu.

"Harapan kami nanti pilkada 2020 nanti,akan semakin banyak mata yang mengawasi dan akan semakin banyak telingan yang mengawasi sehingga akan memudahkan semua untuk meminimalisir terjadinya perlanggaran pilkada,"pungkasnya.


Reporter : Dedy