Tunggangi Sepeda Motor, Tim Kejari Sukabumi Sisir Desa - Desa -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tunggangi Sepeda Motor, Tim Kejari Sukabumi Sisir Desa - Desa

Sabtu, 07 September 2019
SUKABUMI – Cek Update
Penelusuran Desa-Desa ini mungkin pertama kali dilakukan oleh Tim Kejaksaan di semua wilayah di Indonesia, hal ini tidak lain merupakan pelaksanaan program Jaksa Jaga Desa oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi.

Melalui komunitas Motor Naon Wae (Monowa) para penegak hukum ini beramai - ramai memakai Sepeda Motor menyambangi desa-desa untuk memberikan penyuluhan hukum tentang penggunaan Dana Desa.

"kegiatan touring ini dalam rangka melaksanakan program Jaga Desa dengan cara berkunjung ke desa - desa agar kami bisa bertemu langsung serta bisa mengetahui secara langsung permasalahan yang ada di masyarakat," ungkap Kepala Kejari Kabupaten Sukabumi Alex Sumarna di sela-sela kegiatan penyuluhan hukum di Desa Semplak, dan Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Jumat (06/09/2019).

Selanjutnya mantan Kejari Mikika, Papua itu menyampaikan bahwa, dalam penyuluhannya kali ini pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mengadakan perekaman e-KTP yang dipusatkan di aula Kantor Desa Semplak.

"Selain penyuluhan kami juga menggandeng Disdukcapil sebagai wujud rasa kepedulian kami agar masyarakat yang belum membuat KTP bisa dilayani langsung. Dan Alhamdulillah, dari pagi ramai sekali yang melakukan perekaman," tuturnya.

Lebih lanjut menurut dia, program Jaga Desa ini merupakan bentuk sinergitas baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Desa dalam pembangunan. Oleh sebab itu kata Alex, melalui penyuluhan ini diharapkan kades dan perangkatnya memahami pemanfaatan serta pengelolaan keuangan desa.

"Bila ada yang mau konsultasi, silahkan. Kami siap memberikan pendampingan dalam merealisasikan Dana Desa tahun ini melalui Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D)," ujarnya.

Dengan demikian pabila masih terdapat Kades maupun Perangkat Desa yang Nakal pihaknya memastikan akan langsung menindaknya. "Kita harapkan penggunaan Dana Desa selain tepat waktu dan sasaran juga harus menghindari pelanggaran hukum, apabila masih terdapat penyalahgunaan anggaran maka kami akan langsung menindaknya," tandasnya.

Sementara Tokoh Ulama Desa Semplak, Ustadz Rahmat mengapresiasi adanya program Jaksa Jaga Desa tersebut. "Penyuluhan hukum ini saya rasa sangatlah perlu, jadi selain Kades dan Perangkat Desa kami juga selaku masyarakat bisa mengerti hukum dan undang-undang," ungkapnya.

Senada diutarakan Ketua BPD Desa Prianganjaya, Dadang. Menurutnya, Jaksa Jaga Desa lebih mendekatkan masyarakat dengan lembaga penegak hukum. "Melalui program ini tentunya masyarakat akan merasa lebih diperhatikan serta mereka nantinya mudah menyampaikan keluhan karena sudah merasa dekat dengan penegak hukum," terangnya.

Turut hadir dalam penyuluhan Jaksa Jaga Desa tersebut, sejumlah kades dan perangkat desa, warga masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda dan jajaran Muspika, yakni Camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Tampak pula Kasi Intel Wibisono, dan Kasi Pidum Yeriza Adhytia bersama sejumlah jaksa.

Reporter : M Afnan
Editor      : Fa'is