Dihari Sumpah Pemuda, Puluhan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kecamatan Cicurug

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Dihari Sumpah Pemuda, Puluhan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kecamatan Cicurug

Senin, 28 Oktober 2019


SUKABUMI -Cekupdate
Dihari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, puluhan mahasiswa Cicurug yang tergabung dalam organisasi Himpunan Pemuda Mahasiswa Islam Sukabumi (HPMIS) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Senin (28/10/2019).

"Dalam aksi ini ada Lima tuntutan yang kami sampaikan, diantaranya.
1. Meminta pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan pembuatan KTP elektronik.
2. Pemerintah segera merealisasikan terminal Cicurug yang dibangun sejak tahun 2015 lalu.
3. Meminta pemerintah lebih memperhatikan lingkungan mulai dari pengadaan tempat sampah serta sistem pengelolaan yang efektif.
4. Meminta agar bisa membuka lowongan pekerjaan serta pengadaan UMKM yang berbasis kearifan lokal.
5. Pemerintah melalui KNPI harus bisa memberdayakan potensi pemuda yang ada di Kecamatan Cicurug khususnya," ungkap korlap Aksi Yandi Maulana kepada Cekupdate di lokasi.

Menurutnya, lima tuntutan tersebut tentunya cukup beralasan, seperti halnya pembuatan KTP yang dilakukan UPTD sebagai pelaksana pembuat administrasi
kependudukan dan catatan sipil di tingkat Kecamatan, dinilai lambat dalam melayani kebutuhan masyarakat.

"Bahkan ada yang bertahun - tahun KTPnya tidak jadi, jelas itu tidak sesuai dengan Perda No. 10 tahun 2017 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan dan Permendagri Nomor 19 Tahun 2018 Tentang Peningkatan kualitas layanan. Sehingga berdampak kepada masyarakat, salah satunya karena tidak punya KTP sulit mendapat pekerjaan," ketus dia.

Selanjutnya kata dia, masalah terminal Cicurug yang dibangun sejak 2015 itu merupakan fasilitas umum yang berguna untuk tempat transportasi masyarakat dalam beraktivitas. "Tetapi kenapa pembangunan tersebut bisa mangkrak. Namun anehnya pihak Dishub sendiri malah memberikan jawaban tidak memuaskan, ironisnya ditanya anggaran yang dialokasikan untuk terminal tersebut pun mereka tidak tahu," jelas dia.

Lebih lanjut kata Yandi,  sementara terkait UMKM sebagai solusi membangun perekonomian bagi masyarakat kecil seperti yang tertera dalam
UU. No. 20 Tahun 2008 serta kepemudaan
sebagai generasi penerus bangsa menuju ke arah progressif, sesuai dengan UU. No 40 tahun 2009 tentang kepemudaan, seharusnya itu dijalankan.

"Seharusnya itu sudah dijalankan oleh pemerintah Cicurug, agar tidak berdampak kepada masyarakat kecil dan pemuda yang tidak mengetahui program
tersebut yang akhirnya berdampak pada perluasan pengangguran di Cicurug," terang dia.

Selain itu juga kata Yandi, permasalahan lain yang hingga saat ini belum digubris oleh pemerintah yaitu tentang
pengolahan sampah yang kurang optimal dan kotornya trotoar yang ada di Kecamatan Cicurug, tentunya itu menjadi citra buruk bagi daerah kami tercinta ini.

"Sedangkan pemerintah telah mengatur dalam undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, tetapi kenapa hal itu belum dijalankan. Dan kami berharap melalui aksi ini pemerintah lebih peka serta lebih peduli terhadap masyarakat tentunya," pungkasnya.

Reporter : Fa'is