Kades Lakukan Korupsi Dana Desa, Diciduk Polisi
Cari Berita

Kades Lakukan Korupsi Dana Desa, Diciduk Polisi

Rabu, 30 Oktober 2019

TASIKMALAYA - Cek Update
Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya berhasil melakukan pengungkapan kasus dugaan tindak pidana Korupsi Dana Desa yang dilakukan oknum Kepala Desa.

Oknum Kepala Desa Cipakat yang berinisial "AG", diindikasikan menyalahgunakan wewenang dan jabatan pada tahun 2017 lalu.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra S.I.K., saat jumpa pers di Mako Polres Tasikmalaya mengungkapkan, bahwa Pelaku melakukan aksinya dengan cara mengalihkan Dana Desa dari yang seharusnya untuk kegiatan pengandaan alat Polindes Bale Warga, dialihkan untuk pembayaran Pajak Bumi Bangunan tahun 2017 Desa Cipakat.

"Berdasarkan hasil audit kerugian negara Rp.129.469.041 yang didapatkan dari APIP Audit kerugian negara. Kepala Desa ini menyalahi aturan dengan mengalihkan Dana Desa untuk Pajak Bumi Bangunan," ungkap AKBP Dony, Rabu (30/10/19).

Hal senada dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo Tarigan, bahwa pihak Kepolisian terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Meski rencananya kasus Tindak Pidana Korupsi sang oknum Kades akan di limpahkan ke Kejaksaan atau P 21, pada Kamis (29/10/2019) esok.

"Masih kita kembangkan, kalau memang ada perkembangan tersangka lain akan kita kejar dan ungkap," Ucapnya.

AKBP Dony Eka Putra S.I.K. menegaskan bahwa oknum Kades ini diancam dengan hukuman Pidanan penjara maksimal selama 20 tahun.

"Kades ini terjerat Pasal 3 UU RI 1999 nomor 20 tahun 2001, dengan ancaman pidana satu tahun dan atau paling lama 20 tahun," Tegasnya.

Dari keterangan Pelaku Abdul Gani (AG) mengakui, ketika masuk Kepala Desa Periode Ketiga 18 Desember 2017 lalu, ternyata periode itu terdapat tunggakan Pajak sebesar Rp 108 Juta rupiah.

"Pembayaran ini dilakukan atas desakan Kepala Dusun dan kolektor, untuk menutupi, pinjam dulu dari Dana Desa," akunya.

Lebih lanjut, AG menjelaskan, kemudian dari pihak Kantor Pajak dirinya ingin cepat lunas. Namun belum terkumpul dari masyarakat.

"Saya cuti lima enam bulan, terpilih kembali, dari para Punduh dan Sekdes pinjam dulu. Ada dari pajak dari bawah dimohon, diatas ditekan. Jadi, saya akhirnya bayarkan uang itu buat pajak," tutur AG dalam rilis.

Reporter : Dasep