Mahasiswa Tuding Pembuatan e-KTP di UPTD Cicurug Ternyata Berbayar

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Mahasiswa Tuding Pembuatan e-KTP di UPTD Cicurug Ternyata Berbayar

Selasa, 29 Oktober 2019
SUKABUMI - Cek Update
Dalam aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Pemuda Mahasiswa Islam Sukabumi (HPMIS) yang dilakukan di Kantor Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Selain menuntut pemerintah melakukan pembenahan dalam berbagai persoalan, mahasiswa juga turut menyikapi permasalahan kelangkaan Blangko e-KTP yang terindikasi sering dijadikan pemanfaatan oleh oknum pemerintah, bahkan tidak segan - segan mematok harga kepada warga yang membutuhkan KTP tersebut.

"Sebetulnya pembuatan e-KTP itu gratis tidak bayar, namun ada indikasi ada yang memanfaatkan kelangkaan blangko KTP tersebut. Dengan alih-alih bila ingin cepat warga harus bayar," Ketus Korlap Aksi, Yandi Maulana kepada Cekupdate. Senin (28/10).

Menurut dia, pemerintah dalam hal ini khsusnya UPTD Disdukcapil Cicurug yang ditunjuk sebagai pelaksana pembuat administrasi
kependudukan dan catatan sipil di tingkat Kecamatan, dinilai lambat dalam melayani kebutuhan masyarakat.

"Bahkan ada yang bertahun - tahun KTPnya tidak jadi, jelas itu tidak sesuai dengan Perda No. 10 tahun 2017 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan serta Permendagri Nomor 19 Tahun 2018 Tentang Peningkatan kualitas layanan. Sehingga berdampak kepada masyarakat, salah satunya karena tidak punya KTP warga sulit mendapat pekerjaan," kata dia.

Sementara Kepala UPTD Disdukcapil Cicurug, Sobari, membantah tudingan itu, dirinya menyampaikan bahwa. Pelayanan pembuatan e-KTP tersebut memang gratis, oleh sebab itu dirinya menganjurkan masyarakat yang membuat administrasi kependudukan untuk datang langsung ke UPTD.

"Saya tegaskan baik kepada mahasiswa maupun masyarakat, ketika mengurus administrasi kependudukan agar datang langsung ke UPTD. Dan jelas itu tidak dipungut biaya alias gratis. Beda lagi ketika pengurusannya melalui oknum - oknum yang menangani masalah KTP atau percaloan itu diluar tanggung jawab kami. Jadi ketika muncul biaya jangan lantas menyalahkan saya," kata dia.

Selanjutnya kata Sobari, namun perlu ia sampaikan keterlambatan pembuatan e-KTP saat ini diakibatkan kekosongan blangko dari dinas.

"Akibat keterbatasan blangko e-KTP yang biasanya perminggu itu tidak luput selalu dikirim 25 blangko, malah bulan Oktober ini jatah 25 blangko itu untuk satu bulan. Sementara di UPTD Cicurug saja melayani sekitar 70 KTP setiap hari, bahkan disini kurang lebih ada sekitar 3000 KTP yang belum di cetak," jelas dia.

Lebih lanjut ia menambahkan, belum lagi wilayah kerja UPTD Cicurug melayani 8 Kecamatan, yakni 58 desa dan satu kelurahan. "Bahkan hasil pengecekan saya di setiap kecamatan yang ada di dapil II ini kurang lebih sekitar 300 KTP perkecamatan yang belum dicetak, oleh sebab itu saya berharap masyarakat memaklumi keterlambatan pelayanan tersebut," harap dia.

Reporter : Fa'is