Panji Petualang Kunjungi Rumah, Sekaligus Buru Ular Pengigit Warga Cianjur

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Panji Petualang Kunjungi Rumah, Sekaligus Buru Ular Pengigit Warga Cianjur

Selasa, 29 Oktober 2019
CIANJUR - Cek Update
Panji Petualang dan timnya berhasil menangkap seekor ular weling atau ular jenis bungarus candidus di belakang rumah korban gigitan ular di Kampung Pasir Kampung Desa Sukatani Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Senin (28/10/2019) kemarin.

Ular tersebut, berhasil ditangkap setelah Panji beserta Tio Survival dan beberapa Youtuber Reptil lainnya melakukan penyisiran di lingkungan sekitar rumah korban meninggal akibat gigitan ular berbisa. 

Pantauan dilapangan kondisi belakang rumah korban yang merupakan tebing dan perkebunan yang terjal sempat menyulitkan pencarian ular, namun kondisi itulah yang diyakini sebagai habitat berbagai jenis ular yang sangat mematikan.

"Kami bagi beberapa tim untuk menyisir lingkungan dan lokasi yang diduga terdapat ular," kata Panji.

Panji dan Tio sempat menyisir kebun bambu hingga menyusuri aliran sungai Cipendawa, setelah satu jam mencari, Panji akhirnya berhasil menemukan seekor ular weling yang berada di celah bebatuan dekat jembatan penyeberangan orang. 

Tidak lama ular berbisa yang di taksir berukuran 70 centimer yang berdiameter 5 centimeter itupun langsung ditangkap dan dimasukan dalam sebuah karung. Menurut Panji, ular weling tersebut masih satu jenis dengan ular welang atau bungarus faciatus, keduanya sama-sama memiliki bisa yang mematikan. 

"Dengan ditangkapnya ular ini, terbukti jika memang dugaan yang menggit warga Pasir Kampung hingga meninggal dunia ialah ular weling atau ular welang," kata dia. 

Dia mengatakan, ular welang atau weling memiliki bisa yang mematikan bahkan gigitannya kerap tidak terasa dan tidak terlihat lukanya, sebab taring dari ular tersebut berukuran sangat kecil. 

"Ukuran taringnya seperti jarum, tapi bisanya mematikan, makanya kami langsung tangkap dan akan mengevakuasi nya agar tidak membahayakan warga sekitar," tuturnya. 

Panji menduga jika dilingkungan tersebut masih banyak ular berbisa lainnya, namun yang terpenting saat ini ialah bagaimana warga mengetahui cara menangkap ular dan penanganan pertama pada korban gigitan. 

"Tadi sudah diajarkan juga bagaimana menangkap ular yang aman dan kalau sudah tergigit harus segera ditangani seperti apa. Tentunya diharapkan dengan sosialisasi itu, warga tidak ada lagi yang jadi korban dan tidak ada juga korban meninggal dunia ketika terjadi gigitan," ucapnya. 

Hery Misbahudin (18) anak dari korban gigitan, mengatakan ular yang mengigit ibunya mirip dengan ular yang ditangkap oleh tim Panji Petualang. 

"Iya mirip, tapi berbeda warna," ungkap dia.

Sementara itu, Serda Rohim Rohmat Babinsa Desa Sukatani mengatakan, warga di wilayah Pasir Kampung memang kerap menemukan ular saat warga bertani atau melintas ke jalur perkebunan. 

" Ukuranya macam macam ada yang sampai dilihat warga ular seukuran betis orang dewasa," kata dia. 

Rohim mengaku warga berterimakasih atas datangnya Panji dan tim yang tidak hanya memberikan bantuan tapi juga memberi edukasi kepada warga. 

"Dengan begitu warga bisa lebih berhati-hati dan tahu harus melakukan apa kalau menemukan ular atau mendapati ada korban gigitan," pungkasnya.

Reporter : Dedy