Dituding Hanya Bisa Berkoar Dijalan, Aktivis Sukabumi Meradang

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Dituding Hanya Bisa Berkoar Dijalan, Aktivis Sukabumi Meradang

Jumat, 01 November 2019
SUKABUMI - Cek Update
Aktivis Sukabumi Meradang lantaran pernyataan Anggota DPRD Ramzi Ahmad yang menyebut aktivis itu hanya bisa berkoar-koar di jalan dan negosiasi dengan pejabat.

Pernyataan Anggota Fraksi PKS tersebut terucap pada saat berdiskusi di acara Youth Government yang digelar di salah satu Kafe di Kota Sukabumi, Kamis (31/10/2019).

Ramzi menyinggung hal itu lantaran dirinya tidak pernah ikut demo meskipun pernah menjabat sebagai Ketua BEM STIE PGRI Sukabumi.

"Saya pernah jadi Ketua BEM STIE dan dalam menyampaikan aspirasi tidak pernah dengan demo yang ujung - ujungnya hanya negosiasi dengan pejabat," ucap dia.

Menangapi hal tersebut, pengurus Solidaritas Mahasiswa Sukabumi (Somasi) Ronal menyampaikan sanggahannya atas ucapan Ramzi. Ronal mengatakan, kalimat bernada negatif itu tidak seharusnya keluar dari mulut seorang anggota dewan.

"Jika tidak suka dengan mahasiswa turun ke jalan untuk demo, maka silahkan DPRD untuk menghapus UUD kebebasan berpendapat," tegas Ronal

Ronal berpendapat, seorang anggota dewan harusnya mengerti persoalan dan perundang-undangan yang ada. "Jadi, bukan hanya ngomong seenaknya. Kami para aktivis ngomong untuk memperjuangkan keadilan," kata dia.

Sementara itu, Wakil ketua  PDIP Kabupaten Sukabumi Dewek Sapta Anugerah mengatakan, sangat tidak elok sebagai anggota DPRD mengatakan mahasiswa demo hanya untuk negosiasi dengan pejabat.

"Tidak patut anggota DPRD Kabupaten Sukabumi berbicara seperti itu," ucapnya singkat.

pada saat berlangsungnya acara Youth Government pun situasi sempat memanas lantaran mahasiswa dan Ramzi saling mempertahankan argumentasi masing-masing.

Kontributor : M Afnan.