Kepala BNN : Pelatihan Ini Mejadi Team Kesatuan Dalam Berantas Narkoba

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Kepala BNN : Pelatihan Ini Mejadi Team Kesatuan Dalam Berantas Narkoba

Senin, 04 November 2019
BOGOR - Cek Update
Kepala BNN RI Komjen Pol. Drs Heru Winarko S.H. membuka acara Pelatihan Internasional Penegak Hukum Narkotika yang disebut juga "International Anti Narcotics Center Of Exellences" (INARCELL), Senin (04/11/2019).

Acara tersebut digelar di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Lido Bogor Jawa Barat. Yang diselenggarakan dari hari Senin (04/11/2019) hingga hari Rabu (13/11/2019).

Pelatihan bertaraf Internasional ini diikuti oleh aparat Penegak Hukum Narkotika dari
beberapa negara diantaranya Arab Saudi, Timor Leste, Kamboja, Thailand, Brunei Darussalam, Kolombia, Papua Nugini dan Seychelles (negara kepulauan yang terletak di Samudera Hindia).

Acara pelatihan ini digelar dengan tujuan meningkatkan kerja sama dibidang intelijen dengan seluruh negara yang terlibat.

Usai mengajak para Peserta berkeliling meninjau Gedung dan ruangan di BNN Ri Lido, Kepala BNN RI Komjen Pol. Drs Heru Winarko S.H. mengatakan, bahwa kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan yang kedua kalinya.

"Ya, agenda hari ini yang kedua kali latihan internasional narkoba center of action. Kita kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri, Dirjen Bea Cukai, Kejaksaan Agung, Direktorat Jenderal Imigrasi, Dirjen Administrasi Hukum Umum Badan Keamanan Maritim (Bakamla) dan Polri untuk bersama-sama mengikuti pelatihan ini," ucapnya kepada wartawan, di De0an Gedung Simulasi BNN RI, Lido Jawa Barat, Senin (13/11/2019).

Lebih lanjut, Komjen Pol. Heru Winarko menambahkan, bahwa pihaknya bekerja sama pula dengan Drug Enforcement Administration (DEA), Australian Border Force (ABF ), Australian Federal Police (AFP), United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), NZ Police, Polri, BNN, Kemenkumham, Kemenkeu hingga praktisi.

"Kegiatan pelatihan bersama pertama dengan jumlah Enam Negara dan sekarang ada Sembilan Negara," imbuh Komjen Pol. Heru.

Bahwa narkotika ini musuh kita bersama, Menurut Komjen Pol. Heru, pihaknya melaksanakan pelatihan bersama-sama adalah bagaimana menjadi Team satu kesatuan antar negara.

"Karena menghadapi narkoba ini, kita harus satu persepsi, baik yang di tingkat atas mengambil kebijakan maupun yang di lapangan. Sekarang kita kumpul yang dari lapangan, kita sama sama satukan persepsi," terang Komjen Pol. Heru.

Menurutnya, para peserta juga nanti selain mendapat materi materi yang ada di kelas, mereka juga ada kesempatan ke lokasi seperti ke Bandara, ke Pelabuhan.

"Dan juga bisa touring ke PT Pindad dan ke PT Dirgantara, untuk melihat produksi produksi persenjataan kita. Baik pesawat maupun alat alat militer dan Kepolisian, itu yang bisa kita laksanakan," bebernya.

Menurut informasi, di tahun 2015 ada sebanyak 48 jaringan internasional, Komjen Heru menjelaskan, kalau bicara narkoba Supply dan Demand, Komjen Heru menegaskan, pihaknya bisa mengatasi Supply sudah jauh berkurang.

"Ya, tetapi memang sekarang sudah bergeser, bukan lagi yang konvensional seperti Sabu, Morfin dan yang lain lain. Malahan heroin di Indonesia hampir sudah tidak ada. Tetapi, sudah mulai agak bergeser ke MPS. Ini menjadi fokus kita bagaimana MPS ini bisa menjadi musuh kita bersama," tururnya.

Menurutnya, karena MPC ini bisa di produksi dari dalam. Pihaknya bisa ungkap pada tahun lalu sebanyak 6.8 Triliun, itu memang menggunakan berbagai macam sistem termasuk perbankan sistem.

"Yang kita perbaiki informasi informasi perbankan dan kita juga antisipasi. Termasuk pelatihan sekarang ini dari beberapa negara, yang akan melatih bersama-sama untuk masalah transaksi mulai online dan yang lainnya," beber Komjen Heru Winarko.

Ia pun menerangkan, bahwasannya yang sangat khawatir adalah selain Suplay, juga Demand (permintaan,red).

"Makanya, kami tidak bosan bosan menyampaikan Program 'Bersinar' agar permintaan ini bisa ditiadakan," tegas Komjen Pol. Drs Heru Winarko S.H.

Komjen Pol. Heru berharap, untuk kedepan mereka menjadi Team satu kesatuan bersama-sama memberantas narkoba.


Reporter : Dasep