Perjuangkan Hak Atas Tanah, Penggarap di Sukabumi Tuntut Ukur Ulang Lahan

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Perjuangkan Hak Atas Tanah, Penggarap di Sukabumi Tuntut Ukur Ulang Lahan

Rabu, 27 November 2019
SUKABUMI - Cek Update
Masyarakat penggarap di Kampung Pasirlangkap Desa Bumi Sari, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi  meminta pengukuran ulang atas lahan seluas 8 hektar yang akan dibangun soccer camp (komplek sepak bola) oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Permintaan tersebut berdasarkan dugaan adanya lahan garapan mereka yang terseret oleh pembangunan, mereka memiliki lahan garapan seluas 60 hektar yang berada di sekitar lahan yang akan dibangun. 

Para penggarap tersebut memberikan kuasa kepada Edi Suhendi untuk melakukan audiensi dengan Pemerintah Desa Bumi Sari dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi sebagai langkah untuk menuntut kepastian keberadaan lahan mereka.

Kepada Cek Update, Edi menuturkan bahwa dirinya mendapatkan kuasa dari masyarakat untuk meminta pendataan ulang tanah seluas 60 hektar yang diakui masyarakat, pendataan itu guna memastikan lahan garapan masyarakat tidak terbawa oleh pembangunan soccer camp.

"Kami sebagai kuasa dari para penggarap mengajukan lahan yang diakui masyarakat dengan luas sekitar 60 hektar itu diinventarisasi kembali, kami juga mendata para penggarap untuk diketahui oleh kepala desa, Danramil, Camat dan Kapolsek," kata Edi kepada wartawan saat ditemui usai audiensi di Aula Kantor Desa Bumi Sari, rabu (27/11/2019).

"Intinya kami ingin pendataan ulang, memang belum pasti, baru hanya dugaan sedikit kebawa, tapi untuk menentukan kebawa dan tidaknya nanti setelah ukur ulang," tambahnya.


Ditempat yang sama, Kepala Desa Bumi Sari, Sholihudin mengatakan bahwa pihaknya hanya menjadi mediator dalam audiensi ini.
"Dalam audiensi ini sudah dijelaskan bahwa kita (pemerintah desa) sebagai mediator untuk permohonan dari pihak yang mengaku kuasa masyarakat, kita kabulkan walaupun secara administrasi desa yang mengundang, agar kena ke substansinya," ujar Sholihudin.

Dia mengaku belum bisa menyimpulkan letak dari lahan 60 hektar yang diakui masyarakat. Menurutnya, isu bermunculan setelah adanya rencana pembangunan oleh PSSI.
"Saya sudah tiga tahun menjadi kades, tidak ada satu orangpun datang menanyakaan lahan garapan itu, setelah ada rencana pembangunan lapangan bola oleh PSSI, munculah isu bahwa lahan itu sudah di sisihkan dan di lahan tersebut ada 100 pemukiman warga, padahal saya lihat gak ada," ucapnya.

Dia juga menyampaikan kesimpulan hasil audiensi berdasarkan rekomendasi dari BPN adalah pengukuran ulang terhadap tanah 60 hektar yang dipersoalkan dan biaya pengukuran akan ditanggung oleh kelompok yang mengatasnamakan penggarap ataupun pihak perusahaan.

Reporter : Dicky
Editor : Yudi Prangga