RSUD Sayang Cianjur Kini Jadi Rumah Sakit Pendidikan

Iklan Semua Halaman

Header Menu

RSUD Sayang Cianjur Kini Jadi Rumah Sakit Pendidikan

Kamis, 28 November 2019
CIANJUR - Cek Update
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Kabupaten Cianjur bakal ditetapkan menjadi Rumah Sakit Pendidikan Satelit dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kedepannya RS Pendidikan Cianjur pun akan ditargetkan bisa meraih akreditasi A dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia .

Ketua Tim Koordinasi Rumah Sakit Pendidikan RSUD Sayang Cianjur, dr Lili Koesman Djoewaeny, mengatakan, kegiatan pendidikan untuk calon dokter di RSUD Cianjur sudah berjalan sejak beberapa tahun, bahkan menurutnya untuk penetapan RSUD Sayang sendiri sebagai rumah sakit pendidikan sudah dipersiapkannya sejak tahun 2018 lalu.

"Setiap tahapan untuk bisa ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan sudah dilalui, mulai dari tingkatan dinas kesehatan dan sekarang oleh Kementerian Kesehatan. Makanya hari ini (kemarin, red) dari Kemenkes melakukan visitasi," kata dia kepada wartawan, Rabu kemarin (27/11/2019).

Dia mengatakan, visitasi itu dilakukannya untuk memastikan RSUD Sayang sudah memenuhi persyaratan sebagai rumah sakit pendidikan berdasarkan Undang-unndang. Diantaranya terkait fasilitas, sumber daya, hingga pengelolaan anggaran.

"Ketika sudah menjalankan rumah sakit pendidikan untuk dokter dan tenaga kesehatan tentunya wajib mengikuti standar yang ada. Makanya dipastikan melalui kunjungan ini," paparnya.

Dia menjelaskan, rumah sakit pendidikan RSUD Sayang Cianjur bukan merupakan rumah sakit pendidikan pusat melainkan satelit yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta.Nantinya mahasiswa dari UMJ akan menjalani pendidikan profesi sebagai persyaratan menjadi dokter.

Namun, mereka yang lulus menjalani pendidikan tidak ditetapkan bekerja di RSUD Cianjur.

"Di sini hanya pendidikan, kalau tugas sebagai dokternya ditentukan nanti. Karena sifatnya hanya satelit, calon doter pun tidak sebatas menjalani pendidikan profesi RSUD Cianjur, tetapi juga di RS pendidikan satelit lainnya. Misalnya di sini ditentukan pendidikan penyakit dalam dan bedah, sedangkan untuk penangan medis lain dilakukan di RS pendidikan lainnya. Tergantung penetapan dari Kemenkes," kata dia.

Dia menambahkan, ke depannya RS Pendidikan dengan kuota 60 calon dokter tersebut akan menjalani akreditasi. Ditargetkan akreditasinya mendapat A.

"Semoga bisa akreditasi A, supaya pelaksanaan pendidikannya bisa lebih optimal. Kamipun akan menambah persuapan lainnya, mulai dari sarana bangunan dan fasilitas penunjang lainnya," tukasnya. (Ddy).