Sat Reskrim Polres Bogor Pastikan Penyidikan Kasus Longsor Double Track Sukabumi-Bogor Berlanjut

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Sat Reskrim Polres Bogor Pastikan Penyidikan Kasus Longsor Double Track Sukabumi-Bogor Berlanjut

Selasa, 26 November 2019
Bogor - Cek Update
Sat Reskrim Polres Bogor memastikan proses penyidikan ambrolnya dinding pembatas proyek Double Track Rel Kereta Api Bogor-Sukabumi, terus berlanjut meski pihak keluarga pekerja proyek pembangunan double track yang jadi korban meninggal ataupun luka berat sudah mengirimkan surat keterangan. Isinya, menyatakan takkan melanjutkan kasus ini ke pihak kepolisian.
"Surat pernyataan dari keluarga pekerja proyek pembangunan double track atau rel ganda Kereta Api Bogor - Sukabumi yang menjadi korban meninggal dunia maupun luka berat yang meminta kasus ini tidak dilanjutkan karena sudah ada kesepakatan dengan PT. Hap Saka Mas, sah - sah saja dilakukan tetapi itu tidak menghentikan proses penyidikan yang saat ini masih kami lakukan," tegas Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi kepada wartawan, selasa (26/11/19)

Mantan Kasat Reskrin Polres Cianjur ini menerangkan kasus dugaan kelalaian kerja ini bukan delik aduan hingga apabila ada bukti-bukti kuat maka hal tersebut melakukan tindak perilaku pidana.

"Kelalaian kerja atau sejenis yang menyebabkan orang lain meninggal dunia atau hilangnya nyawa seseorang, kan masuk dalam pelanggaran Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), jadi sudah jelas peraturannya," terangnya.

Benny menjelaskan jajarannya hingga saat ini masih menunggu keterangan satu orang saksi ahli dari inspektorat insfrastruktur perkereta apian untuk menentukan dugaan kelalaian kerja yang dilakukan oleh PT. Hap Saka Mas yang menyebabkan dua orang pekerjanya tewas dan dua orang lainnya luka berat.

"Dari dua orang saksi ahli baru dari Universitas Pakuan yang kami mintai keterangan, tinggal satu orang saksi ahli dari inspektorat insfrastruktur perkereta apian yang akan kami mintai pendapatnya," jelas Benny.

Ia melanjutkan, setelah saksi ahli dari inspektorat insfrastruktur perkeretaapian tersebut memberikan pendapat kepada pihaknya, baru akan ada hasil atau kesimpulan.

"Hasil atau kesimpulan penyebab longsornya puing dan tanah tebing yang telah menimbun empat orang pekerja akan diumumkan setelah saksi ahli dari inspektorat insfrastruktur perkereta apian memberikan pendapatnya. Nanti pasti kita ekspos," lanjutnya.

Sebelumnya Sabtu (16/11) lalu tepatnya pada pukul 08 05 WIB Dia menerangkan dua pekerja proyek pembangunan double track Kereta Api Bogor - Sukabumi bernama Wisnu (34 tahun) dan Kanapi (30 tahun) warga Desa Sunawa, Brati Kabupaten Grobogan Jawa Tengah tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya di Kampung Baru RT 02 RW 07 Desa dan Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor.

Selain  menimbulkan dua orang pekerja pembangunan double track Kereta Api Bogor - Sukabumi menjadi korban meninggal dunia, dua orang pekerja lainnya juga mengalami luka berat atas nama Sukardi (44 tahun) dan Sarpin (34 tahun) yang saat ini masih di rawat  di RSUD Ciawi.

Mereka tertimbun puing dan tanah tersebut saat mereka sedang memasang besi pondasi dinding atau tanggul penahan tanah, kuat dugaan longsornya puing dan tanah tersebut karena mereka sebelumnya
tidak memasang tiang penyangga atau sheet pile.

Redaksi Cek Update
Sumber : IB