Tokoh Pemuda Lebaksari Sebut Program PAMSIMAS Tidak Transparan Kepada Publik

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tokoh Pemuda Lebaksari Sebut Program PAMSIMAS Tidak Transparan Kepada Publik

Minggu, 10 November 2019
SUKABUMI - Cek Update 
Program Nasional dalam penyediaan air minum dan sanitasi yang berbasis masyarakat (Pamsimas) yang sedang dikerjakan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) di Desa Lebaksari, Kecamatan Parakansalak Sukabumi namun ternyata menjadi sorotan berbagai pihak.

Salah satu tokoh pemuda Desa Lebaksari Badru Muhamad (30) mengatakan, warga merasa kecewa dengan pihak panitia KKM dan pemerintah Desa karena dalam pelaksanaan program pembangunan air bersih tidak dibarengi dengan keterbukaan informasi.

"Sebenarnya warga sangat mendukung sekali dengan adanya program pembangunan air bersih, namun yang menjadi keberatan warga adalah kondisi pelaksanaannya sekarang yang diduga masih acak-acakan dan tempat pembangunan pun tidak sesuai dengan rencana awal," akunya, Kamis (10/11/19).

Badru pun menambahkan Program PAMSIMAS tersebut pun diduga kuat ada indikasi bermasalah, baik dari segi Dana yang digelontorkan Pemerintah ataupun dalam pekerjaannya dilapangan. 

"Dugaan indikasi masalah tersebut bukan tanpa alasan, pembangunan dari Pemerintah itu tidak dibarengi oleh papan informasi berapa anggarannya dan pekerjaan pemasangan pipanya pun masih berantakan, " cetusnya.

Keterbukaan informasi publik yang diamanatkan Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik hal tersebut mensyaratkan adanya akuntabilitas, transparasi dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses terjadinya kebijakan publik. 

"Tentunya Setiap Badan Publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 pasal 7 ayat 3 wajib membangun dan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi untuk mengelola informasi publik secara baik dan efisien sehingga layanan informasi dapat memberikan akses dengan mudah. Bahkan lebih lanjut setiap Badan Publik perlu melakukan pengelolaan informasi dan dokumentasi yang dapat menjamin penyediaan informasi yang mudah, cermat, cepat dan akurat, " terangnya. 

Belum lagi KKM yang ada di Desa yang sampai hari ini belum terlihat seratus persen manfaat ke Masyarakat. "Pasalnya mereka (KKM, -red) akan memaksakan pemasangan kilo meter debit air ke masyarakat, padahal pasokan airnya masih ada masalah seperti air kadang ada atau tersendat, " tandasnya.  

Badru pun berharap Dugaan Pamsimas yang bermasalah di Desanya agar secepatnya ditindaklanjuti oleh Dinas terkait bahkan oleh para penegak Hukum agar manfaatnya bisa dirasakan di kalangan masyarakat. 

"Tentunya kami warga berharap hal tersebut dapat segera dilakukan penindakan serta dilakukan pengawas yang lebih ketat lagi, " pungkasnya. 

Sumber : Tim Cek Update