Warga Protes Keras Wacana Penutupan Jalan Cipanas - Mariawati Oleh Pemborong
Cari Berita

Warga Protes Keras Wacana Penutupan Jalan Cipanas - Mariawati Oleh Pemborong

Rabu, 06 November 2019

CIANJUR - Cek Update
Warga di sekitar proyek pembangunan jalan rabat beton tepatnya berada di kampung Tarigu Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Menuntut jalan akses menuju  Jalan Cipanas - Mariawati tetap tersedia oleh warga.

Pasalnya aksi protes warga tersebut menyusul rencana akan ditutupnya akses jalan Cipanas menuju Mariawati untuk penuntasan pembangunan jalan oleh pihak pelaksana proyek.

Meski ruas jalan tersebut memang turut dari bagian proyek yang berjudul pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Cianjur Utara.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, diketahui Cv Omega sendiri selaku pelaksana proyek jalan yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat senilai Rp 3,4 Milyar.

Sebelumnya sudah memberitahukan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Sindanglaya untuk segera mengeluarkan surat pemberitahuan kepada masyarakat sekitar prihal penutupan jalan.

"Kami menolak keras jika ada penutupan penuh di jalur itu dan kami meminta minimal ada akses buat kendaraan jenis motor atau pejalan kaki," tutur Nandang Sukmana selaku ketua Rt 02 Rw 08 kepada Cek Update. Rabu (6/10/2019).

Nandang menjelaskan, alasan dia bersama warga lainnya menolak keras terhadap penutupan jalan yang diperkirakan selesai sampai tiga minggu tersebut. Karena menurutnya, warga sekitar kampung tarigu umumnya adalah para pedagang kebutuhan komoditi dan para petani sayur mayur yang sehari harinya menumpukan kehidupannya di sektor tersebut.

"Jadi kalau jalan tersebut ditutup siapa yang mau bertanggung jawab dengan kehidupan mereka sehari harinya," bebernya.

Nandang berharap, wacana penutupan jalan tersebut segera di batalkan dengan alasan mempertimbangkan kondisi kebutuhan masyarakat sekitar.

"Ya...kalau mau tanggung jawab sih, segala kebutuhan warga yang terkena dampak kami tidak permasalahkan," paparnya.

Sementara itu, Pejabat Sementara (PJS) Kepala Desa Sindanglaya Neni Mulyati mengatakan, adanya miskomunikasi antara warga sekitar proyek dengan pihak pelaksana. Perihal wacana penutupan total jalan proyek tersebut.

"Memang disurat pemberitahuan yang disebarkan oleh kami yang menjadi salah paham adalah adanya beberapa kesalahan dalam penulisan kalimat di surat tersebut," tuturnya.

Sehingga lanjut Neni, warga menilai di surat pemberitahuan yang disebarkan pada tanggal 5 November 2019 kemarin, selama proyek pembangunan berjalan, jalan tersebut akan ditutup total.

"Padahal tidak semuanya di tutup, ada beberapa bagian atau lokasi jalan yang nantinya akan di tutup buka,"ungkapnya.

Diakuinya Neni, memang aktivitas penutupan jalan akan dilakukan pihak pelaksana proyek, namun menurutnya bukan di lokasi yang di permasalahkan beberapa warga.

"Penutupan jalannya hanya 300 meter mulai dari jembatan jeprah sampai dengan lokasi jalan yang sudah di bangun sebelumnya, itupun sudah berdasarkan musyawarah dengan warga sekitar dan hari ini sudah clear (beres) tidak ada masalah," tukasnya.


Reporter : Dedy