Banjir Bandang Terjang Solok Selatan, 1 Warga Tewas -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Banjir Bandang Terjang Solok Selatan, 1 Warga Tewas

Redaksi
Jumat, 13 Desember 2019
 Banjir Bandang Terjang Solok Selatan, 1 Warga Tewas
CekUpdate.Com ■ Bencana banjir bandang kembali menerjang pemukiman warga di Kabupaten Solok Selatan, Jumat Subuh, (13/12), menyebabkan ribuan rumah terendam. Banjir melanda kawasan pemukiman warga sejak pukul 05.00 WIB, yang dipicu oleh peningkatan debit air sungai akibat hujan deras yang terus mengguyur kawasan itu sejak Kamis hingga Jumat dini hari.

Akibatnya, satu balita, Aldi (3), anak dari Wawan menjadi korban. Korban diketahui warga Durian Tigo Capang, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Korban dilaporkan tergelincir di jembatan bambu, kemudian hanyut ke Sungai Pulakek dan ditemukan di jembatan Pakan Salasa.

Banjir yang terjadi pada Jumat subuh itu menggenangi daerah dengan berpenduduk 2.000 jiwa. Banjir dan longsor juga dilaporkan terjadi di berbagai tempat yakni Kiambang Koto Baru, daerah sekitar Pasar Muara Labuh, Pasia Talang, Pakan Rabaa Timur, dan daerah lainnya.

Sementara itu, akses jalan Padang-Solok Selatan juga terhambat di beberapa titik antara Surian dan Alahan Panjang.

Selain longsor di Bukik Rampuang, di Pinti Kayu Gadang jalan penuh batu batu akibat anak air sungai Pinti Kayu Gadang meluap. Kemudian terjadi longsor di depan SD Tanjuang Nan 44, sementara di Galagah jalan penuh dengan bebatuan dan terdapat satu unit rumah hanyut.

Sebanyak 387 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Marhamah di Batang Labuah Pasar Muara Labuh, siswa SMPN 2 Solok Selatan di Kampung Tarandam, dan sejumlah sekolah lainnya tidak bisa mengikuti ujian dikarenakan sekolah yang mereka tempati kebanjiran.

Kapusdatinmas BNPB, Agus Wibowo dalam laporannya menyebutkan, tiga kecamatan yang terdampak banjir bandang tersebut yakni, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sungai Pagu dan Kecamatan Pauh Duo.

Sementara ini, data BNPB terkini menyebutkan, sekitar 1.000 unit rumah terendam air dengan kedalaman 30 hingga 120 centimeter, juga tercatat satu jembatan roboh dan enam rumah hanyut.

Menurut Agus, data sementara saat ini warga mengungsi secara mandiri ke lokasi yang lebih tinggi dan jumlahnya masih dalam pendataan. Disebutkannya, banjir bandang itu terjadinya akibat hujan dengan intensitas tinggi. Saat ini, TRC BPBD Kabupaten Solok Selatan beserta TNI/Polri dan Tagana masih membantu korban terdampak banjir.

"Jembatan yang roboh, sebelumnya sudah rusak akibat banjir bandang pertengahan November lalu. TRC BPBD Solok Selatan beserta TNI/Polri dan Tagana saat ini masih membantu korban terdampak," jelas Kasi RR BPBD Solok Selatan, Irda Hendri.

Kuatnya arus karena peningkatan debit air juga menyebabkan 300 meter jalan alternatif di Kandang Banih retak. Kerusakan jalan ini mengakibatkan akses warga Sungai Pangkua terganggu. Hantaman arus Sungai Batang Suliti juga menyebabkan satu rumah warga di Sungai Ipuah rusak.

Sejumlah sawah warga di Sungai Manau juga tertimbun lumpur yang berasal dari bukit yang berada di daerah itu.  Rumah rusak akibat arus sungai juga terjadi di daerah Batang Lolo. Longsor juga terjadi di daerah Pinti Kayu, Pakan Rabaa Timur, Koto Parik Gadang Diateh yang membuat akses masyarakat terganggu.

Dijadwalkan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo dan rombongan akan berkunjung ke Solok Selatan hari ini. (JBN-01/rijal)