Basuh Kaki Ibu Terbanyak, Polresta Sukabumi Pecahkan Rekor Dunia

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Basuh Kaki Ibu Terbanyak, Polresta Sukabumi Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 01 Desember 2019
SUKABUMI - Cek Update
Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) Jajaran Polres Sukabumi Kota berhasil memecahkan rekor dunia pada kegiatan membasuh kaki ibu yang dilakukan oleh ribuan pasang anak dan orang tua, kegiatan itu merupakan bagian dari acara yang digelar dengan tajuk 'Sukabumi Edun Euy Festival 2019'   di Tugu Adipura, Jalan RE. Martadinata, Kota Sukabumi, kemarin.

Penghargaan yang berhasil diraih dari Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut masuk dalam kategori superlatif atau jumlah peserta terbanyak. Perwakilan MURI, Triyono Aditri menjelaskan bahwa rekor yang diberikan bukanlah rekor nasional tetapi rekor dunia. 

"Hasil verifikasi kami, rekor yang tercipta hari ini bukan rekor Indonesia. Karena, memang tradisi membasuh kaki seorang ibu bagi seorang anak merupakan adat dan budaya, hampir seluruh provinsi memiliki tradisi seperti ini, oleh karenanya MURI menganugerahkan rekor dunia," ucap Triyono.
Ditempat yang sama, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Wisnu Prabowo S.I.K  mengatakan kegiatan yang diikuti pelajar SD, SMP dan SMA serta masyarakat umum itu bertujuan untuk menumbuhkan tradisi kasih sayang anak kepada orang tua.

"Alhamdulillah, pemecahan rekor ini diadakan untuk kembali menumbuhkan rasa cinta, rasa sayang dan rasa hormat seorang anak, intinya memunculkan tradisi kasih sayang seorang anak kepada ibunya dengan cara membasuh kaki," kata AKBP Wisnu di tengah kegiatan.

Menurutnya, mewujudkan Kota Sukabumi sebagai Kota Santri dan religius harus dimulai dari lingkungan keluarga. Pihaknya bekerja sama dengan berbagai elemen, ormas, mahasiswa dan jajaran pemerintahan  menggelar berbagai kegiatan bertajuk religi.

"Ada Shalat Magrib berjamaah, lalu tausiyah dan dilanjut Shalat Isya berjamaah. Kegiatan-kegiatan religius ini akan kita gelar berbarengan dengan mempromosikan kuliner dan wisata yang ada di Kota Sukabumi," ujarnya.

Reporter : Dasep
Editor : Yudi Prangga