Berwisata Ke Desa Lalang Bata, Traveller Wajib Cicipi Sate Ala Warung Danau Lolang

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Berwisata Ke Desa Lalang Bata, Traveller Wajib Cicipi Sate Ala Warung Danau Lolang

Senin, 16 Desember 2019
Kepulawan Selayar - Cek Update
Keragaman dan potensi wisata di Dusun Pa'batteang, Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan cukup menarik untuk jadi destinasi liburan. Tidak hanya wisata alam, di dusun yang berpenduduk dua ratus delapan puluh jiwa itu wisatawan juga dapat menikmati wisata kuliner sederhana dengan cita rasa yang tinggi. Salah satunya warung Danau Lolang.

Kolaborasi property  dan ornamen berbahan baku bambu lokal membukus bangunan warung milik Wasimun, warga asal Aceah Tamian. Kesederhanaan ini memancarkan kearifan lokal yang terjaga. Di balik kesederhanaannya, warung yang terletak di gerbang utama Dusun Pa'batteang itu menyuguhkan berbagai menu dengan cita rasa tinggi. 

Beberapa menu sederhana yang dapat dinikmati pengunjung, di antaranya sate ayam, tahu bakar, bakso kuah, bakso bakar, mie pangsit, dan kopi panas. Pengunjungpun tidak perlu khawatir, karena tidak perlu merogoh kocek dalam untuk menikmati makanan di warung ini. Bermodal uang recehan dua ribu rupiah saja, pengunjung sudah bisa merasakan nikmatnya satu tusuk sate ayam. Selain cita rasa yang berbeda, kemasan dan kebersihan dari setiap makanan yang disuguhkanpun patut diacungi jempol.

Letaknya yang strategis, karena berada tepat di pinggiran Jalan Poros Ibu Kota Dusun Pa'batteang menjadi sebuah bentuk kemudahan tersendiri bagi pengunjung untuk menjangkau warung Danau Lolang dari seluruh penjuru. Pengunjung, baik menggunakan kendaraan roda dua ataupun mobil dapat singgah dengan mudah di warung ini.

Kelebihan yang lainnya,  warung ini tidak hanya menyiapkan menu makanan, tapi juga menyediakan sarana tempat peristrahatan, berbahan baku bambu lokal dengan ukuran tiga kali dua meter yang dikemas dalam bentuk dego-dego. Tempat itu disediakan bagi pengunjung yang menempuh perjalanan jauh dan butuh tempat istirahat.

Dalam kesempatan berbincang dengan wartawan, pengelola warung Danau Lolang yang akrab disapa Wasimun itu menuturkan bahwa warung miliknya dibangun dan dirintis sekitar satu bulan setengah dengan modal relatif kecil.

"lama merintisnya kurang lebih satu bulan setengah, saya waktu itu punya modal lima belas juta rupiah," ujar Wasimun kepada wartawan.

Menutup rangkaian petualangan dan agenda tour, pengunjung dapat memanfaatkan latar belakang taman segi tiga di pertigaan Ibu Kota Dusun Pa'batteang untuk sekedar berswafoto dan melengkapi bukti dokumentasi kunjungan. 

Reporter : Fadly Syarif
Editor : Yudi Prangga