Jaksa Agung ST Burhanudin, Ungkap Pencapaian 60 Hari Kerja Kejaksaan Agung RI

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Jaksa Agung ST Burhanudin, Ungkap Pencapaian 60 Hari Kerja Kejaksaan Agung RI

Selasa, 03 Desember 2019
CIANJUR -Cek Update
Melalui rapat kerja nasional (Rakernas) tahun 2019.Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia beberkan pencapaian program 60 hari kerja. Selasa (3/12/2019).

Jaksa Agung ST Burhanudin mengungkapkan, pada tanggal 15 November 2019, melalui jajaran bidang intelejennya telah berhasil menangkap satu buronan tindak pidana korupsi atas nama Kokos Jiang dan berhasil menyetorkan uang pengganti ke kas negara sebesar Rp 477 Milyar.

"Sementara penangkapan buronan lainnya bernama Atto Sakmiwata Sampetoding yang menjadi buronan semenjak tahun 2014 lalu.Dia dipidana selama 5 tahun penjara denda Rp 500 juta serta uang pengganti Rp 24 Milyar," tuturnya melalui conferensi persnya di depan puluhan para awak media.

Menurutnya, Atto Sakmiwata Sapetoding sendiri adalah managing direktor dari PT Kolaka Mining International yang bergerak di bidak pengekspor bahan nikel, kasusnya bermula saat perusahaannya mengekspor nikel ke China dalam bentuk mentah sebanyak 222 ribu mt (metrik ton).

Dengan nilai harga Rp 78 Milyar pada tahun 2010 lalu, perjanjian jual beli nikel tersebut dari PT Kolaka Mining International dengan Pemda Kolaka.

"Namun belakangan di perjanjian tersebut ada selisih harga sejumlah  Rp 24 Milyar. Sehingga waktu itu Kejaksaan Agung harus turun tangan untuk melakukan penyelidikan,"paparnya.

Selain itu, pada tanggal 19 November 2019 melalui jajaran tindak pidana khusus Kejaksaan Agung RI telah berhasil menuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Sekawan Intipratama (SIAP) sebesar Rp 105 milyar, proses pemberian fasilitas pembiayaannya diduga dengan cara melawan hukum.

"Sehingga rangkaian peristiwa tersebut mengakibatkan PT Danareksa Sekuritas megalami kerugian sebesar Rp 105 milyar lebih,"paparnya.

Tidak hanya itu,Korps Adhyaksa yang belum lama ini dipimpinnya berhasil menyeret. Terdakwa Nur Pamudji mantan Direktur utama PT PLN dalam perkara tindak pidana korupsi dalam pengadaan Bahan Bakar Minya (BBM) jenis HSD (High Speed Diesel).

"Kasusnya,terdakwa melakukan penunjukan langsung kepada PT TPPI (Trans Pacific Petrochemical Indotama) dalam pengadaan BBM jenis HSD sehingga perbuatan terdakwa bertentangan dengan keputusan Mentri BUMN nomor Per-05/MDU/2008 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa, sehingga negara dirugikan sebesar Rp 188 milyar," ungkapnya.

Burhanudin berharap dari sekian banyaknya program pencapaian yang berhasil diraih selama 60 hari kerja ini, Kejari yang ada di setiap daerah daerah.Mampu mengikuti dan berfungsi untuk menyelamatkan aset negara.

"Semoga Kejari di daerah lebih meningkatkan fungsinya dalam mengawal setiap program pemerintah agar berjalan dengan baik," pungkasnya.(Ddy).