Rakernas Satgas Pungli Tahun 2019 di Bogor -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Rakernas Satgas Pungli Tahun 2019 di Bogor

Selasa, 10 Desember 2019
BOGOR - Cek Update
Dalam upaya pemberantasan pungutan liar, Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Satgas Saber Pungli, bertempat di Hotel Aston Bogor Nirwana Residence, Jalan Dreded Pahlawan Kota Bogor. Acara tersebut dengan mengangkat tema "Meningkatkan Sinergitas dalam Pemberantasan Pungutan Liar Guna Mewujudkan indonesia Maju".

Sekretaris Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Irjen Pol. Dr. Drs. Widiyanto Poesoko S.H., M.Si, mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dari hari Senin (09/12/2019) sampai dengan Rabu (11/12/2019).

Direktur Pembinaan Potensi Masyarakat (Dirbinpotmas) Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Ricky F Wakanno yang _sudah bertugas 3 Tahun sejak 2016 sd sekarang sebagai Anggota Pokja Pencegahan dari Kapokja Bp Noegroho_ turut menghadiri acara Rakernas Satgas Saber Pungli tersebut dan mendampingi Sekretaris Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Irjen Pol. Dr. Drs. Widiyanto Poesoko S.H.,M.Si

Brigjen Pol. Drs. Ricky menyampaikan, bahwa Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Irwasum Polri Komjen Pol. Drs. Moehgiarto bersama menyatakan keseriusannya untuk memberantas praktek pungli tersebut.

"Praktek pungli baik yang terjadi di Kementerian/ Lembaga termasuk di Mabes Polri dan Polda-Polda yang bertanggung Jawab keberadaan Irwasda selaku UPP kewilayahan, bila mana terjadi kita usulkan untuk di evaluasi perannya. Jangan membuat malu Institusi Polri dan Keluarga," Ungkapnya.

Brigjen Pol. Ricky menegaskan, hal ini adanya Komitmen para Pimpinan Kementrian /Lembaga dan Pemda yang ada ruang Pelayanan Publik. Dengan mengajak semua Stakeholder mulai dari Kepolisian, TNI, Kementerian, Lembaga serta seluruh kalangan masyarakat.

"Saya minta, STOP PUNGLI dari sekarang dan Jangan menyesal di kemudian hari," tegasnya.

Bintang Satu dipundaknya ini mengatakan, bahwasannya Tim membuat laporan responsif. Sehingga setiap laporan dari masyarakat langsung ditindaklanjuti.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Saber Pungli Irjen Pol. Widiyanto Poesoko menjelaskan, sejak Satgas Saber Pungli dibentuk 3 tahun lalu, sejumlah 3 Kementerian adalah instansi yang banyak diadukan masyarakat.  Dirinya menyebutkan, diantaranya Kemendagri, Kemenhub, dan Kementerian ATR/BPN sering dilaporkan karena ada penguatan liar dalam pemberian pelayanan publik.

"Banyak yang menyentuh masyarakat. Contoh pembuatan sertifikat, pembuatan perizinan-perizinan (Kepolisian, perhubungan, kelautan, Pemda) kemudian masalah perizinan AT (Akta Tanah), pembuatan surat keterangan. Ini yang masih menjadi dominasi laporan masyarakat," ungkapnya Irjen Widiyanto.

Dia menambahkan ada 3 daerah yang paling banyak dilaporkan masyarakat karena masalah pungli, yakni Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur dan Medan. Seperti ketiga kementerian tersebut, 3 daerah ini, kata Widiyanto, menjadi wilayah yang paling banyak dilaporkan masyarakat dalam 3 tahun terakhir.

"Dan paling bagus Jabar memang. Dia (Jabar) laporan paling banyak, output paling banyak. Paling bagus dia, juara umum Jabar. Dia paling aktif, posko sudah di kantor. Bukan di kantor polisi ya, tapi di kantor Pemda. Kemudian aktif, semua petugas aktif," ujarnya.

Irjen Pol. Widiyanto Poesoko berharap, bahwasannya Petugas Satgas Saber Pungli harus bisa lebih aktif lagi untuk memberantas pungli di Indonesia. Masyarakat pun, harus ikut serta dalam memberantas pungli.

"Mungkin sekarang masyarakat diminta aktif saja. Kalau ada pungli, contoh kalau urus perizinan, mengurus apa, ada pungli laporkan. Nanti akan ditindak," pungkasnya. (red/D5)