Sidang Dugaan Pengeroyokan Dipadati Ormas, Humas PN : Persidangan Tetap Lancar -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Sidang Dugaan Pengeroyokan Dipadati Ormas, Humas PN : Persidangan Tetap Lancar

Senin, 09 Desember 2019
SUKABUMI-Cek Update
Puluhan anggota salah satu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Sukabumi memadati Kantor Pengadilan Negeri Cibadak, senin (9/12/2019) siang. Mereka serentak datang untuk menyaksikan persidangan kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan beberapa rekan dalam lembaganya.

Kasus tersebut bermula dari perselisihan beberapa orang di Kampung Pojok, RT. 03 RW. 01, Desa Babakan Pari, Kecamatan Cidahu pada hari senin,  30 september lalu. Perselisihan yang terjadi sekitar jam 8 malam itu menjadi keributan yang menyebabkan satu korban luka-luka.

Humas Pengadilan Negeri Cibadak, Soni Nugraha mengatakan persidangan berjalan dengan lancar meskipun dipadati oleh anggota Ormas.

"Kaitan kedatangan ormas tersebut untuk menghadiri sekaligus melihat jalannya persidangan dan semua persidangan berjalan lancar," ucapnya saat ditemui awak media di pelataran PN Cibadak usai sidang.

Dia juga mengatakan pengadilan akan kembali melaksanakan persidangan saksi di Kantor Persidangan Pelabuhanratu, selasa (17/12/2019) mendatang. Hal itu dikarenakan ada beberapa saksi yang tidak dapat hadir pada persidangan tadi. Diapun menyampaikan bahwa data terdakwa telah dirilis pada salah satu website milik pengadilan.

"Kami sudah membuat rilis di salah satu website milik Pengadilan dan menerangkan bahwa dalam perkara tersebut melibatkan anggota ormas yakni terdakwa Asep Hikmat Alias Jurkam, Joni Iskandar, dan Budianto," ucapnya.

Ditempat yang berbeda, yang dikuasakan dari pihak korban, Muhammad Asep Ayudi menceritakan kronologis kejadian pengeroyokan yang diduga dilakukan anggota Ormas tersebut.

"Korban datang ke tempat hiburan pasar malam untuk menjemput anaknya, saat tiba di tempat parkiran korban melihat  banyak sekali orang, korban sempat berkata secara spontan 'wah banyak preman', akibat perkataan itu mungkin ada yang tersinggung hingga akhirnya terjadi perselisihan hingga pengeroyokan terhadap korban. Menurut pengakuan korban, ada tujuh orang yang melakukannya," ujar Asep kepada wartawan saat dihubungi via telepon selular beberapa waktu lalu.

Mengenai sidang saksi, Dia mengatakan pihak korban akan tetap normatif dan mengikuti semua prosedur sesuai hukum yang berlaku.

"Sesuai arahan dari majelis akan dilakukan sidang saksi 17 Desember di Pengadilan Negeri Cibadak, Kantor Sidang Palabuhanratu. Adapun permohonan pengajuan mediasi atau apa, pihak korban tetap mengikuti prosedur hukum berlaku, dan selama ini tidak ada itikad baik dari para pelaku," ujarnya. (fan/uj)