Tersangka Kasus Makar Di Papua Dilimpahkan Ke Kejaksaan Tinggi Samarinda

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tersangka Kasus Makar Di Papua Dilimpahkan Ke Kejaksaan Tinggi Samarinda

Senin, 16 Desember 2019
Jayapura - Cek Update
Tujuh tersangka terkait kasus Kejahatan terhadap keamanan negara (Makar) dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Samarinda, senin (16/12/19) siang. Selain para tersangka, barang barang bukti (Tahap II)-pun turut diserahkan.

Sebelumnya, dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Tim Dokkes Polda Kalimantan Timur kepada para tersangka, hasil tes menyatakan bahwa FK, AG, HH, BT, IU, SI dan AK dalam keadaan sehat jasmani. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Penasehat Hukum para tersangka yakni Anum Siregar S.H.

Penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan setelah Jaksa Penuntun Umum Kejaksaan Tinggi Jayapura menyatakan berkas perkara ke tujuh tersangka lengkap atau P-21 sesuai dengan Surat nomor B-243/R.1.6/Eku.2/12/2019, nomor B-245/R.1.6/Eku.2/12/2019, B-246/R.1.6/Eku.2/12/2019, Nomor B-248/R.1.6/Eku.2/12/2019 dan nomor B-250/R.1.6/Eku.2/12/2019 tanggal 04 Desember 2019.
Berdasarkan surat dari Direktur Reskrimum Polda Papua nomor B/815/X/RES.1.24/2019, tanggal 04 Oktober 2019 perihal pemberitahuan pemindahan tempat penahanan tersangka Buchtar Tabuni Dan Kawan Kawan, mereka dititipkan penahanannya di Rutan Polda Kalimantan Timur dan untuk penanganan serta kelengkapan administrasi penyidikan dilakukan oleh Penyidik Direktorat Reskrimum Polda Papua.

Ketujuh tersangka tersebut dijerat dengan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara (Makar) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Jo Pasal 187 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP dan atau pasal 14 ayat 1, 2 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 66 UU nomor 24 tahun 2009 dan Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 187 KUHP dan Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 Ayat 1 KUHP dan atau Pasal 2 UU Nomor 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 213 dan 214 KUHP Jo Pasal 55, 56 dan 64 KUHP.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal S.H. menegaskan bahwa penanganan kasus ketujuh tersangka sudah sesuai dengan prosedur bahkan Mahkamah Agung RI telah menunjuk Pengadilan Negeri Balikpapan untuk memeriksa dan memutus perkara pidana terdakwa Fery Kombo Dan kawan kawan sesuai surat Nomor 179/KMA/SK/X/2019.

"Penunjukan Pengadilan Negeri Balikpapan untuk memeriksa dan memutus perkara pidana terdakwa Fery Kombo dan kawan-kawan, dilakukan karena timbul kekhawatiran apabila sidang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jayapura akan menimbulkan gangguan Kamtibmas berupa konflik horizontal serta menghindari adanya tekanan dari pihak-pihak terhadap para tersangka dan saksi selama proses hukum berlangsung," ungkapnya.

Hal ini, dia menambahkan, dilakukan sebagai bentuk efisiensi dan efektifitas para penyidik secara profesional dan akuntabel dalam penanganan kasus tersebut.

"Ketujuh tersangka tersebut merupakan aktor atau aktivis kegiatan perjuangan kemerdekaan Papua Barat atau memisahkan Papua dari NKRI," jelasnya.

Reporter : Dasep
Editor : Uj