Lantaran Terjerat Hutang Rentenir, Warga Kalapanunggal Harus Ngontrak di Rumah Sendiri -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Lantaran Terjerat Hutang Rentenir, Warga Kalapanunggal Harus Ngontrak di Rumah Sendiri

Rabu, 26 Februari 2020

SUKABUMI-Cek Update
Lantaran terjerat utang piutang kepada Rentenir, keluarga Ibu Icih (50) warga Kampung Pojok, RT 04/01, Desa Palasari Girang, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi harus mengontrak di rumah sendiri hingga hutangnya terbayar.

"Yang punya sangkutan itu Ina anak saya, tetapi tidak tahu hutangnya berapa. Hanya saja dia diberi waktu 10 bulan harus lunas, dan setoran berikut bunganya itu sebesar 6 juta," ungkap Icih saat ditemui Cek Update. Selasa, (25/02/20).

Selanjutnya kata dia, selama hutang tersebut belum terbayarkan. Terpaksa rumah satu - satunya yang menjadi tempat tinggalnya harus menjadi jaminan.

"Karena anak saya belum bisa melunasi cicilan hutang yang begitu besar, jadi terpaksa rumah ini sebagai jaminannya. Dan status kami sekarang ngontrak meskipun di rumah sendiri," tuturnya dengan nada sedih.

Sementara Ketua Umum Paguyuban Sapujagat Zona 2, Agus Harimukti angkat bicara tentang menjamurnya Rentenir yang akhirnya banyak menjerat masyarakat. Menurutnya, Usaha Pinjaman perorangan selain dianggap ilegal juga sangat meresahkan warga.

"Keluarga Ibu Icin itu merupakan  bukti kebiadaban Rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga selangit. karena bunga pinjamannya terus membengkak akhirnya dia tidak mampu bayar hingga rumahnya di ambil alih menjadi atas nama si rentenir," ketus Agus dengan nada kesal.

Lantas di tempat berbeda Kepala Seksi Bina Lembaga dan Koperasi DPKUKM Kabupaten Sukabumi, Iskandar Arifin menegaskan jika kegiatan usaha ultra mikro baik Bang Emok atau Rentenir yang tidak menempuh aturan dan tidak berbadan hukum itu tentunya harus kita berantas.

"Tidak usah takut kita perangi sama-sama Rentenir yang tidak berbadan hukum itu," pungkas Iskandar. *(ilham/Fa'is)