Polres Cianjur Bekuk Pencuri Ratusan Dus Masker Milik RSUD Pagelaran

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Polres Cianjur Bekuk Pencuri Ratusan Dus Masker Milik RSUD Pagelaran

Kamis, 02 April 2020

CIANJUR-CekUpdate
Jajaran kepolisian Resort (Polres) Cianjur berhasil membekuk empat orang pencuri dan penadah ratusan dus masker dan alat kesehatan milik Rumah Sakit (RS) Pagelaran.


Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto menjelaskan, penangkapan kepada empat pelaku tersebut dilakukannya pada selasa (24/3/2020) lalu sekitar pukul 22.00 wib.Berdasarkan laporan dari pegawai rumah sakit para pelaku melakukannya sebanyak empat kali berturut turut dengan berbagai macam cara modus operandi.


"Dari 4 pelaku 3 diantaranya merupakan karyawan dan honorer RSUD Pagelaran.Masing masing berinisial ISF,YHG warga Kecamatan Pagelaran,RN warga Kecamatan Sukanagara.Sementara 1 orang pelaku berinisial CRN merupakan karyawan swasta asal Bojongherang Cianjur," tuturnya kepada para awak media baru baru ini.


Juang menceritakan,awal mulanya ISF dan RN meminta masker tanpa prosedur yang benar dan mendapatkan 2 karton atau sekitar 40 dus.Lalu ISF juga memaksa seorang pegawai RS yang memegang kunci gudang farmasi untuk membukanya tanpa seizin dari Kepala Gudang dan Direktur RSUD Pagelaran.


Lalu para pelaku mengambil dua karton masker dan yang kemudian dijual oleh RN.Tak berhenti sampai di sana lanjut Juang,mereka juga diketahui sebelumnya pernah mengambil masker dari gudang pada malam hari melalui jendela tanpa terkunci.


"Total masker yang diambil sebanyak 9 karton atau 360 dus dan tidak hanya masker para pelaku juga mencuri alat kesehatan berupa suntikan.Untuk menghilangkan jejak hasil curian umumnya mereka jual ke luar Cianjur,"ungkapnya.


Sementara itu Kasat Reskrim AKP Niki Ramdhany mengatakan,guna pengembangan saat ini jajaran akan segera memerika ke apotik apotik yang ada di Bogor.Karena menurut keterangan dari pada tersangka umumnya mereka menjual hasil curiannya ke apotik apotik yang ada di Bogor dan perseorangan melalui jejaring media sosial.


"Atas perbuatannya ke 4 tersangka terancam dengan pasal 363 dan 480 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,"tukasnya.(Ddy).