Pemdes Palasari Kumpulkan Data Pemohon PTSL Bermasalah -->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Pemdes Palasari Kumpulkan Data Pemohon PTSL Bermasalah

Selasa, 28 Juli 2020
CIANJUR - CekUpdate
Sedikitnya ada 1130 pemohon pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) bermasalah yang sudah diverifikasi Pemerintah Desa (Pemdes) Palasari Kecamatan Cipanas,Kabupaten Cianjur.Jawa Barat.



Kasi Pemerintahan (Kasipem) Desa Palasari A.Syaepul Bahri mengatakan,berdasarkan data dari panitia PTSL sedikitnya ada 1130 pemohon masuk ke Pemdes Palasari dimasa jabatan kades sebelumnya bernama Jaya Wijaya BT.



"Dari data tersebut,uang pemohon PTSL yang sudah dikembalikan melalui masing masing kepala dusun (Kadus) di 5 kedusunan ada 638 pemohon PTSL,"ungkap Syaeful saat di temui.Selasa (28/7/2020).



Sementara lanjut Syaeful,sisa uang yang belum dikembalikan kepada warga pemohon.Sejak digulirkan pengumuman program permohonan PTSL oleh Desa Palasari pada November 2018 lalu,hingga sekarang ada 620 pemohon.


Menurut Syaeful,satu pemohon PTSL dibebankan oleh desa sebesar Rp 200 ribu/pemohon.Biaya tersebut belum termasuk penerbitan surat letter C yang dikeluarkan oleh desa sebesar Rp 300 ribu. Bagi pemohon yang belum memiliki salinan letter C desa.



"Dari keseluruhan data tersebut memang ada beberapa tanda tangan kwintansi penerimaan sejumlah  uang pemohon yang tidak diakui oleh bendahara PTSL,"terangnya.



Syaeful menambahkan,pengumpulan data pemohon PTSL adalah respon dari kepala desa yang sekarang red_H.Ridwan kepada warga pemohon yang mempertanyakan tentang ketidak jelasan PTSL.



"Tugas saya hanya mengumpulkan data,sesudah selesai data ini akan kita lampirkan kepada Kades dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Palasari sementara keputusan selanjutnya ada ditangan Kades dan BPD," paparnya.



Sementara Kades Palasari H.Ridwan mengatakan,hasil verifikasi pengumpulan data pemohon PTSL selanjutnya akan dilaporkan dan ditembuskan kepada Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Cianjur dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).



"Bentuk permohonannya kepada Bupati Cianjur dan BPN Cianjur adalah bagaimana cara tekhnis pengembaliannya,apakah ini harus ditindaklanjuti apa tidak," tukasnya.(Ddy).