CEK UPDATE | SELAYAR — Upaya pembenahan dan pembangunan infrastruktur serta sarana prasarana dasar Kecamatan Pasilambena terus digeber Pemerintah Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.
Pemerintah Kabupaten Selayar bersama Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia telah bersepakat menggelontorkan anggaran program inpres pembangunan dan pembenahan aksesibiltas jalan penghubung ruas Kawau-Lato'do-Kawau Garaupa dan Lembang Mate'ne-Tadu yang direncanakan akan dimulai kegiatan pembangunannya pada tahun anggaran 2027.
Hal tersebut kata Camat Pasilambena, Andi Irwan ditandai dengan telah dilayangkannya surat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Kabupaten Selayar yang ditujukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia untuk meminta gelontoran anggaran program inpres pembangunan infrastruktur jalan ruas Kawau-Lato'do-Kawau Garaupa dan ruas Lembang Mate'ne-Tadu.
Surat dilayangkan atas kebijakan dan perintah langsung, Bupati Muhammad Natsir Ali yang berkomitmen untuk menuntaskan kegiatan pembangunan seluruh infrastruktur serta sarana prasarana dasar Kecamatan Pasilambena.
Andi Irwan mengutarakan, komitmen bersama Pemerintah Pusat, Pemprov Sulsel serta Pemerintah Kabupaten Selayar untuk mendorong langkah percepatan pembenahan dan pembangunan Kecamatan Pasilambena, dituangkan secara nyata melalui kebijakan pembangunan Pelabuhan Pelni Desa Pulo Madu yang rencana pekerjaannya akan dimulai pada tahun anggaran 2026.
Pada tahun anggaran yang sama, pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran proses pengerjaan pembenahan Pelabuhan Kawau Desa Garaupa.
Pemerintah kabupaten bahkan disebutnya telah mendorong dan memperjuangkan pengalokasian anggaran pembangunan pelabuhan Pelni Desa Karumpa yang diharapkan bisa terealisasi dan fungsional di tahun anggaran 2027 mendatang.
Dengan terbangunnya pelabuhan Pelni Desa Karumpa, maka Pasilambena, secara resmi menyandang predikat, sebagai satu satunya wilayah kecamatan yang memiliki empat bangunan sarana prasarana pelabuhan laut.
Kebijakan yang menurut pandangan kaca mata pribadi Andi Irwan, sangat wajar dan tidak terlalu berlebihan.
Pasalnya, Pasilambena diapit oleh dua alki, salah satunya, jalur pelayaran Indonesia yang sekaligus merupakan jalur sekunder pelayaran Indonesia dan jalur primer untuk menghubungkan Pulau Jawa dengan NTB, dan lalu lintas pelayaran laut, Pulau Bunaken menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rencana pembangunan pelabuhan Pelni Pulau Karumpa ikut diperkuat oleh catatan sejarah masa lampau yang ternyata merupakan jalur pertemuan saudagar pedagang dari seluruh penjuru dunia. Pada zamannya, seluruh saudagar pedagang dunia, hadir dan berkumpul di Pulau Karumpa, terang Camat Pasilambena mengungkap kutipan sejarah Pulau Karumpa.
Sebuah rangkaian catatan sejarah yang menurutnya menjadi bukti dan menandakan bahwa Pasilambena memiliki histori serta nilai strategis luar biasa.
Tidak berhenti sampai pada tataran kebijakan pembangunan pelabuhan. Akan tetapi, PT. PLN (Persero) Ranting Selayar juga, rencananya akan segera mendorong dan mengusulkan data jumlah penduduk Desa Pulau Madu yang akan menjadi sasaran rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan mendasari petunjuk Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).
Permintaan data telah disampaikan langsung oleh Kepala PT. PLN (Persero) Ranting Selayar via pesan singkat whatsapp yang dilayangkan melalui Camat Pasilambena.
Program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ini diharapkan Camat Pasilambena bisa mulai berjalan dan dimanfaatkan warga paling lambat tahun 2027 mendatang.
Seluruh langkah dan kebijakan dimaksud diharapkan Camat Pasilambena dapat dikawal secara ketat oleh Gerakan Mahasiswa Pelajar Pasilambena (GMPP) mulai dari dewan pendiri, pengurus sampai mantan pengurus yang telah demisioner.
GMPP diminta untuk melakukan audience dengan kementerian terkait, pemerintah provinsi, gubernur, bupati, dan instansi tekhnis berkompoten masing masing.
Komunikasi diharapkan terbangun antara GMPP dengan PT. PLN (Persero) pusat, PT. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan dan PT. PLN (Persero) Ranting Selayar untuk memastikan finalisasi rencana kegiatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Pulau Madu. (Fad)

.jpeg)
