CEK UPDATE - SELAYAR — Bencana gempa berkekuatan 7,5 skala richter yang menimpa Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan telah lima tahun berlalu.
Namun ironis, karena sampai dengan medio bulan Maret 2026, pemerintah sama sekali tak bergeming menyikapi beragam bentuk kerusakan infrastruktur dan bangunan sarana prasarana yang terjadi di Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu.
Hal tersebut terkuak dari perjalanan liputan khusus (Lipsus) wartawan selama hampir kurang lebih sepekan di Kecamatan Pasilambena.
Tampak puluhan bangunan sarana prasarana serta infrastrktur jalan di sejumlah wilayah desa di Kecamatan Pasilambena ditemukan masih dalam kondisi rusak berat dan sama sekali belum tersentuh gelontoran anggaran pembenahan dari pemerintah.
Kerusakan sarana prasarana terlihat pada kondisi fisik bangunan tanggul penahan ombak di sepanjang pesisir Desa Kalao toa, Desa Lembang Mate'ne, Dusun Tadu, Dusun Buranga, Desa Garaupa.
Hal serupa turut mewarnai bangunan kantor urusan agama (KUA) Pasilambena, Kantor Desa Kalao toa, tanggul drainase di depan ex. bangunan Puskesmas hingga ke arah samping bangunan rumah jabatan (Rujab) Pasilambena.
Kondisi yang sama terlihat pada bangunan gedung bulutangkis Desa Kalao toa, Kantor BPD Kalao toa, Gedung SMPN 13, SDI Kawau, Kantor Desa Garaupa Raya, hingga tanggul penahan tanah di sepanjang jalan poros Dusun Lato'do, Bonto-Bonto dan Barumbung.
Situasi yang sama, tampak menghiasi kondisi infrastruktur jalan permukiman di Desa Kalao toa, Garaupa Raya, Lembang Mate'ne, Dusun Tadu, dan Desa Garaupa, terutama di sisi belakang, dan samping kantor camat yang luluh lantak oleh dampak getaran gempa berkekuatan 7,4 richter, pada tahun 2021 silam.
Selain kerusakan sarana prasarana serta infrastruktur jalan, sejumlah bangunan puskesmas pembantu (Pustu), Posyandu, dan sumur warga yang terdampak gempa, sampai hari ini, tak kunjung mendapatkan sentuhan perhatian.
Bencana gempa bahkan ikut menyebabkan rusak dan hancurnya sejumlah bangunan pelabuhan rakyat yang berlokasi di Desa Garaupa Raya, Dusun Buranga, Desa Garaupa, dan Dusun Tadu, Desa Lembang Mate'ne.
Suadi (30 tahun), warga setempat berharap agar pemerintah bisa segera memberikan perhatian dan melakukan penanganan serius terhadap dampak kerusakan bangunan sarana prasarana, infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, dan pendidikan yang hancur pasca gempa.
Kebijakan pembenahan kerusakan yang diakibatkan oleh bencana gempa, diharapkan bisa secara bertahap memulihkan kondisi Kecamatan Pasilambena dan mendukung akan kembali bangkitnya roda perekonomian warga Pulau Kalao toa, ungkap Suadi di sela sela perbincangan dengan wartawan. (FS)




