CEK UPDATE | BULUKUMBA — PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Indonesian Ferry (Persero) Cabang Selayar, memilih menunda dan menghentikan sementara pengoperasian armada kapal ferry KMP. Takabonerate yang selama ini melayari lintasan penyeberangan Pelabuhan Bira- Pattumbukang-Kayuadi-Jinato, Jampea, Bonerate dan Kalao toa.
Manager usaha dan tekhnik PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) Cabang Selayar, La Kadaha menegaskan, penundaan dan pemberhentian pengoperasian sementara, KMP. Takabonerate dilakukan dengan mendasari kondisi cuaca ekstrem berupa gelombang laut, berketinggian antara 1,5 sampai dengan 2,5 meter yang disertai angin kencang berkecepatan 30 knot.
Kebijakan ini, kata dia, diputuskan bersama dari hasil koordinasi dengan pihak pihak terkait, termasuk otoritas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Kabupaten Bulukumba serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
La Kadaha mengutarakan, PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) berkomitmen untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang layak, nyaman dengan tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan pengguna jasa ataupun penumpang.
"Penundaan keberangkatan KMP. Takabonerate untuk edisi hari, Senin, (12/1), akan dilakukan sampai dengan kembali kondusifnya kondisi cuaca," jelas La Kadaha.
Meski demikian, pihaknya enggan berspekulasi dan memastikan sampai kapan penundaan keberangkatan akan dilakukan, tergantung cuaca, pungkasnya, saat dihubungi wartawan via sambungan saluran telefon selular, pada Minggu, (11/1) malam.
Penundaan keberangkatan KMP. Takabonerate disebutnya telah disampaikan secara resmi melalui pengumuman tertulis, nomor : 002-I/OP. 001/ASDP.SLY 2026 yang dikeluarkan PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) di Bira, tertanggal, 11 Januari 2026, atas nama General Manager (GM), kuncinya. (Fad)


