CEK UPDATE | SELAYAR — Daris Dg. Siero alias Pilo (63 tahun) warga Dusun Lembang Bau, Desa Bonea Timur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan yang pada sekira pukul 17.35 Wita, Jum'at, (1/5) malam lalu, ditemukan tidak sadarkan diri dengan posisi menggantung di ruang toilet, rumah sepupu satu kalinya, Rantiani (56 tahun) di Kompleks Perumahan Norsyah Parappa, Kelurahan Bontobangung, Kecamatan Bontoharu, dikenal sebagai sosok pengusaha sapi sukses dan ulet bekerja.
Semasa hidup dan sehatnya, Daris Dg. Sierok alias Pilo, dikenal sebagai seorang pria yang tekun, rajin bekerja, dan bertanggung jawab dalam menafkahi keluarga.
Sebelum ditinggal wafat oleh mendiang isterinya, kehidupan keluarga Daris Dg. Sierok alias Pilo, tercatat cukup mapan, dan berkecukupan dari sisi finansial. Uang banyak dikumpulkan almarhum dari usaha jual beli sapi dan hewan qurban yang dilakoninya semasa hidup.
Kegigihan dan besarnya rasa tanggung jawab terhadap keluarga dibuktikan oleh keuletan almarhum dalam bekerja yang terkadang berangkat pagi dari rumah dan baru kembali pada malam hari.
Selain itu, almarhum juga dikenal memiliki kepribadian serta jiwa sosial yang tinggi dan sering berbagi rezeki dengan sesama.
Semasa hidupnya, almarhum tercatat sebagai sosok pria yang tak banyak paham tekhnologi telefon selular. Ponselnya betul betul hanya digunakan untuk menyambungkan komunikasi telefon whatsapp dengan relasi dan pihak keluarga.
Ia diketahui tak pernah bersentuhan dengan aplikasi game dan ataupun aplikasi lainnya.
Sebelum berita kematiannya tersiar, Daris Dg. Siero alias Pilo, sempat beberapa kali mampir di warung makan milik sepupunya di kawasan wisata kuliner Benteng dan mencurahkan keluh kesah kehidupannya yang mulai banyak mengalami perubahan.
"Saat ini, kehidupan saya sudah banyak berubah dan tak lagi semapan dulu," ungkap salah satu keluarga dekat almarhum menirukan keluh kesah Daris Dg. Siero alias Pilo, saat berkesempatan mampir minum kopi di kawasan wiskul kota Benteng.
Dari informasi yang berhasil dirangkum dan dihimpun wartawan dilapangan, terungkap adanya dugaan motif tekanan batin hebat yang kemudian melatar belakangi tindakan nekad almarhum untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali jemuran. (Fad)


